Warga Tamansari Kabupaten Sukabumi Temukan Keris dan Tiga Keping Uang Kuno

Senin 06 Feb 2017, 11:06 WIB
Warga Tamansari Kabupaten Sukabumi Temukan Keris dan Tiga Keping Uang Kuno

SUKABUMIUPDATE.com - Warga Kampung Naringgul RT 6/8, Desa Tamansari, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, dihebohkan dengan penemuan sejumlah barang antik yang diduga peninggalan purbakala.

Penemuan benda itu berupa keris dan  tiga keping uang logam. Benda kuno itu, kata Oden (37), pertama kali ditemukan Adih (50), saat mencari rumput di sekitar area makam Raden Ali Mustopa tiga puluh tahun silam.

“Benda temuan itu disimpan selama 30 tahun di dalam lemari. Kemudian Adih memberikan ke saya guna di cek, dan sempat saya cek ke toko emas. Ini saya lakukan karena warna kepingan uang itu mirip emas. Namun pemilik toko mas di Cibadak tidak bisa memastikan uang logam ini terbuat dari logam apa,” terang Oden warga Cicareuh RT 5/2 desa yang sama kepada sukabumiupdate.com.

Sedangkan keris yang ditemukan, ujar Oden, sangat mirip dengan keris yang dipegang Soekarno Presiden RI Pertama. “Saya pernah lihat foto Soekarno memegang keris. Makanya saya simpulkan keris ini mirip keris Soekarno,” terang dia.

BACA JUGA:

Amit Ampun Paralun Neda Hampura Gusti Tos Joledar ka Gunung Sabak Suta Sukalarang Kabupaten Sukabumi

Masih Ada Warga Sukalarang Kabupaten Sukabumi Menolak Eksploitasi Gunung Sabak Suta

Sejarah Singkat Kabupaten Sukabumi dari Era Kerajaan Sunda Hingga Saat Ini

Ia menjelaskan, ketiga keping uang logam itu masing-masing memiliki ciri tersendiri. Pertama, kata dia, memiliki tulisan tahun 1557 yang memungkinkan uang itu pertama keluar di tahun 1957. “Kemudian satu keping bertuliskan tahun 1897, dan yang terakhir tahun 1945,” ungkap Oden.

Sedangkan keris yang ditemukan, sambung dia, tidak seperti keris lainnya yang memiliki lekukan. Antara pangkal dan ujung seperti menyatu, dan hanya ada tanda lekukan yang menyatu. “Gagangnya mirip gagang arit yang terbuat dari logram dan berwarna kemerah-merahan,” imbuhnya.

Menurut Oden, Adih menyimpan benda itu hingga tiga puluh tahun, karena takut benda tersebut memiliki kekuatan magis. “Kini benda itu saya kembalikan lagi ke penemunya. Ada keanehan kalau memegang benda ini yang tak logis saya rasakan,” katanya tanpa menceritakan keanehan dimaksud.

Editor :
Berita Terkini