SUKABUMIUPDATE.com - Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sukabumi mewaspadai peredaran zat narkotika jenis baru. Kurun dua bulan terakhir ditemukan tujuh zat narkotika jenis baru hasil pemeriksaan laboratorium BNN.
"Tujuh zat narkotika jenis baru itu yakni empat zat golongan synthetic cannabinoid, satu zat golongan synthetic phenethylamine, dan dua zat merupakan golongan synthetic cannabinoid," terang Kepala BNNK Sukabumi, Deni Yus Danial, Jumat (3/2).
Hingga saat ini BNN sudah menemukan sebanyak 53 zat narkotika jenis baru. Sebanyak 43 jenis zat sudah diatur Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2/2017 tentang Perubahan Penggolongan Narkotika. "Masih ada 10 jenis zat yang belum diatur permenkes," sebut perwira polisi berpangkat AKBP itu.
Berbagai zat narkotika jenis baru itu, lanjut Yus, tidak menutup kemungkinan beredar di Sukabumi. Karena itu perlu terus memperkuat kewaspadaan masyarakat di Sukabumi terhadap berbagai ancaman bahaya kejahatan narkoba. "Termasuk memberantas tegas bandar-bandar narkoba yang terindikasi membidik Sukabumi sebagai sasaran peredarannya," ungkapnya.
BACA JUGA:
BNN Kabupaten Sukabumi Waspadai Peredaran Tembakau Gila
Isap Rokok Hanoman, Empat Remaja Palabuhanratu Semaput
Tembakau Gorila Diusulkan Masuk UU, DPR Minta Kajian Mendalam
Berbagai upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba, lanjut Yus, tujuannya memperkuat sistem daya tahan masyarakat. Sistem tersebut meliputi aspek biologis, psikologis, sosiologis, dan teologis, sebagai faktor proteksi terhadap pemicu gejala-gejala potensial terjadinya penyalahgunaan narkoba. "Pencegahan penyalahgunaan merupakan langkah terdepan dan sangat penting menghadapi berbagai ancaman kejahatan narkoba," ucapnya.
Implementasi Program Pemberantasan Penggunaan dan Peredaran Gelap Narkoba juga dilakukan dengan cara razia terpadu dan tes urine. Satu di antaranya dilakukan di Lapas Kelas II Warungkiara Kabupaten Sukabumi awal pekan lalu dengan melibatkan jajaran Kepolisian Resor (Polres) Sukabumi dan Komando Rayon Militer (Koramil) Warungkiara. "Kami lakukan tes urine kepada 433 warga binaan, terdiri dari 90 tahanan dan 343 narapidana di seluruh blok. Hasilnya negatif," pungkas Yus.
