Asep Deni: Mutasi, Momentum Dongkrak Kinerja Birokrat Kabupaten Sukabumi

Rabu 28 Des 2016, 10:42 WIB
Asep Deni: Mutasi, Momentum Dongkrak Kinerja Birokrat Kabupaten Sukabumi

SUKABUMIUPDATE.COM - Mutasi dan rotasi pejabat setingkat eselon II, di Kabupaten Sukabumi seharusnya menjadi momentum bagi duet kepemimpinan Marwan Hamami-Adjo Sardjono untuk mendobrak budaya kinerja birokrasi.

“Ya ini momentum bagi Marwan-Adjo untuk mewujudkan visi dan misinya dengan menempatkan orang orang terbaik, di sisi kanan kirinya, di tingkat teknis eselon II,” jelas pengamat pemerintahan dan kebijakan publik Sukabumi, Asep Deni, Rabu (28/12).

Asep Deni mengklaim sangat paham visi dan misi Marwan-Adjo untuk membangun Kabupaten Sukabumi ke depan yang lebih baik. “Ya saya paham semua visi dan misi calon pada waktu pemilihan kepala daerah (Pilkada), karena saya salah satu panelis dalam sesi debat kandidat. Bahkan saya punya dokumennya, jadi bicara mimpi Marwan-Adjo dalam membangun Sukabumi, adalah tugas berat, yang harus didukung jajaran teknis mumpuni,” lanjutnya.

Mumpuni menjadi kata kunci, karena memiliki beragam variable terkait kemampuan figur dalam melaksanakan tugas sesuai tupoksinya. “Kemampuan tentang teknis kedinasan berlatar pendidikan mukin tidak banyak namun harus menjadi pedoman dasar. Artinya jika memang ada figur yang secara pendidikan mumpuni sesuai dengan teknis kedinasan harusnya menjadi kandidat kuat,” lanjut Asep.

Marwan-Adjo menurut Asep harus berani memanfaatkan momentum ini untuk memilih orang orang yang siap berjuang dan bekerja all aout demi Sukabumi lebih baik.

“Kalau hanya memilih pejabat yang bisa menyenangkan pimpinan sudah tidak jamannya lagi. Program tidak jalan, bukan kepala dinas yang diprotes, tapi langsung bupati dan wakil bupatinya yang di-bully oleh warga. Apalagi saat ini media sosial lebih responsif,” lanjutnya.

Marwan-Adjo harus melepaskan diri dari ikatan kepentinganm, dukungan atau politik, karena saat figur tersebut tidak bisa bekerja, langsung diberi hukuman. “Jadi gini, jangan sampai pimpinan daerah tersandera kepentingan di luar kinerja. Tetap tak bisa bekerja, ya ganti. Tidak masalah sering gonta-ganti, karena memang mencari yang bisa membantu tugas pimpinan, bukan malah membebani pimpinan,” pungkasnya.

Editor :
Berita Terkini