7 Hari Pasca Dugaan Keracunan MBG di SMKN 1 Gunungguruh Sukabumi, 12 Pelajar Masih Diare

Sukabumiupdate.com
Kamis 08 Okt 2026, 16:33 WIB
7 Hari Pasca Dugaan Keracunan MBG di SMKN 1 Gunungguruh Sukabumi, 12 Pelajar Masih Diare

Mobil medis masih siaga di SMKN 1 Gunungguruh Sukabumi pasca dugaan keracunan massal akibat MBG (Sumber: sukabumiupdate)

SUKABUMIUPDATE.com - Memasuki hari ketujuh sejak munculnya keluhan mual, pusing, hingga diare yang dialami 151 siswa dan guru SMKN 1 Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, sebanyak 12 siswa tercatat masih mengeluhkan sakit perut. Keluhan tersebut muncul setelah ratusan warga sekolah itu diduga mengalami gangguan kesehatan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Jumat 2 Oktober 2026.

Staf Humas SMKN 1 Gunungguruh, Anas Nasrudin, mengatakan data sementara dari bagian kesiswaan menunjukkan masih ada belasan siswa yang izin tidak masuk sekolah karena sakit perut. "Masih ada beberapa yang izin karena sakit perut. Hari ini, dari data kesiswaan, kurang lebih ada 12 orang yang izin karena sakit perut," ujar Anas saat ditemui di kantornya, Kamis (8/10/2026).

Anas menjelaskan, pihak sekolah baru mengetahui adanya keluhan kesehatan yang dialami sejumlah siswa dan guru pada Senin 5 Oktober 2026. Saat itu, banyak guru mengeluhkan diare, mual, dan muntah. Sejumlah siswa juga tidak masuk sekolah dengan keluhan serupa.

"Pagi itu banyak guru mengalami diare, mual-mual, dan muntah. Banyak siswa juga tidak masuk sekolah karena mengalami kondisi yang sama," kata Anas.

Baca Juga: Berada di Caringin, Aset Rampasan Kasus Suap Ekspor Benur Dihibahkan KPK ke Pemkab Sukabumi

Ia menjelaskan, sekolah tidak langsung mengetahui kondisi tersebut karena kegiatan belajar mengajar berlangsung dari Senin hingga Jumat, sedangkan Sabtu dan Minggu merupakan hari libur.

"Karena kegiatan belajar mengajar hanya lima hari sampai Jumat, sedangkan Sabtu dan Minggu libur, kami baru mengetahuinya pada Senin ketika banyak siswa izin tidak masuk sekolah," sambungnya.

Setelah mengetahui banyaknya keluhan tersebut, pihak sekolah melakukan pendataan terhadap siswa dan guru yang mengalami gejala serupa. Dari pendataan itu, tercatat sebanyak 151 warga sekolah mengalami keluhan kesehatan.

Namun, Anas menduga jumlah tersebut masih bisa bertambah karena pendataan hanya mencakup siswa yang melaporkan kondisi kesehatannya kepada pihak sekolah. "Yang terdata hanya siswa-siswa yang langsung melapor. Mungkin jumlahnya bisa lebih dari itu. Ini baru berdasarkan data kami, karena mungkin masih ada siswa yang mengalami hal serupa tetapi tidak melaporkannya," ungkapnya.

Baca Juga: Ribut Pelajar SMP: Dibalik Aksi Nangkel Angkot Tendang Motor di Sukabumi: Korbannya Pedagang Es

Terkait dugaan penyebabnya, Anas mengatakan pihak sekolah menduga keluhan tersebut berkaitan dengan makanan MBG yang dikonsumsi Jumat 2 Oktober 2026. Meski demikian, dugaan tersebut masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebab gangguan kesehatan yang dialami para siswa dan guru.

Senin 5 Oktober 2026, sekolah berkoordinasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk meminta klarifikasi mengenai kejadian tersebut. Anas menyebut, pihak sekolah telah menyampaikan keluhan yang dialami para siswa dan guru. 

Namun, menurutnya, respons yang diterima saat itu belum memberikan penjelasan yang diharapkan pihak sekolah. "Kami juga mengkonfirmasi kepada SPPG apakah kejadian ini disebabkan oleh makanan tersebut atau bukan. Namun, saat itu jawaban yang kami terima sangat singkat dan belum sesuai dengan yang kami harapkan," paparnya.

Atas kejadian tersebut, pihak sekolah berharap SPPG melakukan evaluasi, terutama dalam penyediaan makanan bagi para penerima manfaat. Anas juga berharap pihak SPPG lebih responsif ketika menerima laporan atau keluhan dari sekolah.

Baca Juga: Mengenal Rojab Asyari, Pimpinan DPRD Kota Sukabumi yang Turunkan Foto Wapres Gibran

"SPPG bisa lebih peduli dan bekerja sama. Ketika ada keluhan, semoga bisa cepat tanggap. Ini menyangkut banyak siswa di sekolah kami dan bisa menjadi pembelajaran bagi SPPG lain agar lebih berhati-hati dalam menyajikan makanan," pungkasnya.

Hingga berita ini ditayangkan, redaksi Sukabumiupdate.com masih berupaya mengkonfirmasi pihak SPPG untuk memperoleh keterangan resmi terkait dugaan gangguan kesehatan yang dialami siswa dan guru SMKN 1 Gunungguruh.

Editor :
Berita Terkait
Berita Terkini