SUKABUMIUPDATE.com - Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur kawasan utara Kabupaten Sukabumi pada Kamis (1/10/2026) memicu bencana hidrometeorologi di dua lokasi berbeda di wilayah Kecamatan Kabandungan.
Dua insiden tersebut berupa pergeseran tanah yang menyebabkan badan jalan kabupaten di ruas Jalan Cipanas retak, serta tanah longsor menerjang ruas jalan desa di Desa Cihamerang.
Camat Kabandungan, Lilih Resmiati, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan kejadian darurat bencana tersebut dari tim gabungan di lapangan, meliputi Kasi Trantib Kecamatan, Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK), Tagana, hingga pemerintah desa setempat.
Untuk kejadian longsor, lokasi yang dilaporkan berada di Kampung Pasireurih, Desa Cihamerang. Berdasarkan laporan yang diterimanya, longsor terjadi di ruas jalan desa yang menghubungkan kawasan Pasirhaur-Pasireurih.
Sementara itu, retakan terjadi di Kampung Cipanas RT 19/RW 7, Desa Kabandungan, pada ruas Jalan Cipanas yang merupakan jalan kabupaten. Di lokasi tersebut dilaporkan terdapat retakan atau pergeseran pada badan jalan.
"Kalau yang di Desa Cihamerang itu longsor, di Kampung Pasireurih. Kalau yang di ruas jalan kabupaten, jalan yang masuk Desa Kabandungan itu di Kampung Cipanas," kata Lilih saat dikonfirmasi sukabumiupdate.com.
Lilih menjelaskan, berdasarkan laporan visual dan dokumentasi awal, retakan pada ruas Jalan Cipanas terbilang cukup lebar dan memprihatinkan karena posisi badan jalan berada persis di tepi jurang/tebing terjal.
Meski masih bisa dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat, para pengguna jalan, khususnya kendaraan bermuatan berat, diimbau untuk ekstra waspada saat melintas.
Pemerintah desa setempat telah melakukan penanganan darurat dengan memasang rambu peringatan sementara di sekitar celah retakan guna mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas.
"Kalau Jalan Cipanas masih bisa dilalui, cuma kalau yang agak berat ya harus hati-hati. Karena retakannya ada lumayan besar juga, karena sampingnya memang tebing," katanya.
Untuk sementara, pemerintah desa telah melakukan langkah pengamanan di sekitar bagian jalan yang mengalami kerusakan. Penanda atau rambu juga akan dipasang untuk memberikan peringatan kepada pengguna jalan.
"Jadi paling nanti dikasih rambu-rambu. Mau sama bambu atau apa gitu, jadi biar tahu, biar hati-hati," ujarnya.
Lilih menambahkan, intensitas curah hujan di wilayah Kabandungan memang tercatat terus meningkat dalam beberapa hari terakhir, dengan puncaknya terjadi pada Kamis sore.
Pihak Kecamatan Kabandungan telah melaporkan situasi bahaya ini secara resmi kepada Bupati Sukabumi, Wakil Bupati, Sekda, serta forum koordinasi Perangkat Daerah Kabupaten Sukabumi.
Guna memastikan tingkat kerusakan dan mengantisipasi bahaya tanah berongga di bawah konstruksi jalan, Camat dijadwalkan turun langsung meninjau lokasi bencana pada Jumat (2/10/2026) pagi.
"Besok pagi mungkin saya akan lebih jelas lagi karena besok pagi saya jalan ke sana," katanya.
Lilih kemudian mengimbau masyarakat yang melintas di kedua lokasi tersebut untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.










