Rumah di Darmareja Nagrak Rusak Diterjang Cuaca Ekstrem, 2 Keluarga Mengungsi

Sukabumiupdate.com
Selasa 05 Mei 2026, 15:50 WIB
Rumah di Darmareja Nagrak Rusak Diterjang Cuaca Ekstrem, 2 Keluarga Mengungsi

Kondisi rumah yang rusak terdampak cuaca ekstrem di Kampung Cibarengkok, Desa Darmareja, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Selasa (5/5/2026). (Sumber Foto: P2BK Nagrak)

SUKABUMIUPDATE.com – Sebuah rumah warga di Kampung Cibarengkok RT 03 RW 07, Desa Darmareja, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, porak poranda akibat diterjang cuaca ekstrem pada Selasa (5/5/2026) sekitar pukul 07.30 WIB. Peristiwa ini menyebabkan sembilan jiwa dari dua kepala keluarga terpaksa mengungsi.

Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Nagrak, Miky, menjelaskan bahwa kejadian dipicu hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah tersebut sejak pagi hari.

“Rumah ambruk akibat hujan deras disertai angin, ditambah kondisi kayu bangunan yang sudah keropos. Saat ini kondisi rumah rusak berat dan tidak bisa ditempati,” ujarnya.

Rumah milik warga bernama Dodi tersebut mengalami kerusakan berat hingga tidak lagi layak dihuni. Selain bangunan, sejumlah perabotan rumah tangga juga rusak tertimpa material.

Baca Juga: Akses Karangtengah-Nagrak Terganggu Jalan Amblas, UPTD PU Pastikan Perbaikan Tengah Berjalan

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian ini. Namun, seluruh penghuni, termasuk balita, harus mengungsi ke rumah kerabat terdekat.

Tim gabungan yang terdiri dari P2BK, Pusdalops, perangkat desa, serta Unit Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (URC PB) Desa Darmareja telah melakukan asesmen di lokasi kejadian. Koordinasi juga dilakukan dengan pihak PLN ULP Cibadak untuk memutus aliran listrik guna mencegah potensi bahaya lanjutan.

“Saat ini warga sekitar bergotong royong membersihkan puing-puing bangunan dan menyelamatkan barang-barang yang masih bisa digunakan," kata Miky.

Adapun kebutuhan mendesak yang dibutuhkan korban meliputi material bangunan, kebutuhan dasar, sandang dan pangan, serta perlengkapan bayi dan keluarga.

Hingga saat ini, total kerugian akibat peristiwa tersebut masih dalam proses pendataan oleh pihak terkait.

Berita Terkait
Berita Terkini