Tzu Chi Bantu Rehabilitasi 80 Rutilahu di Kota Sukabumi, Tahap Awal 31 Rumah

Sukabumiupdate.com
Minggu 06 Sep 2026, 15:57 WIB
Tzu Chi Bantu Rehabilitasi 80 Rutilahu di Kota Sukabumi, Tahap Awal 31 Rumah

Para calon penerima manfaat Rutilahu di Kota Sukabumi. (Sumber: Dokpim)

SUKABUMIUPDATE.com – Upaya memperbaiki kualitas hunian masyarakat di Kota Sukabumi terus diperkuat melalui kolaborasi pemerintah dan mitra sosial. Kali ini, Tzu Chi Sukabumi menyalurkan bantuan rehabilitasi rumah tidak layak huni (Rutilahu) bagi masyarakat Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cikole.

Penyerahan bantuan tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana bersama perwakilan Tzu Chi Jakarta dan Tzu Chi Sukabumi, Sekretaris Dinas Sosial, Camat Cikole, Lurah Cisarua, Kepala Bidang Perumahan dan Permukiman DPUTR, serta para relawan Tzu Chi Jakarta dan Sukabumi, Ahad (6/9/2026).

Bobby menyampaikan apresiasi Pemerintah Kota Sukabumi atas kepedulian dan kolaborasi Tzu Chi dalam Program Bebenah Kampung melalui renovasi rumah warga yang kondisinya sudah tidak layak huni.

Menurutnya, penanganan Rutilahu tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar masyarakat dapat memperoleh hunian yang lebih layak, aman, sehat, dan nyaman.

"Penanganan rumah tidak layak huni merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi berbagai pihak," ujarnya.

Baca Juga: Pohon Karet Tumbang Timpa Rumah Warga di Cidadap Sukabumi, Kerugian Capai Rp50 Juta

Dalam program yang digulirkan Tzu Chi tersebut, sekitar 80 rumah direncanakan memperoleh bantuan rehabilitasi. Untuk tahap awal, bantuan diberikan kepada 31 rumah.

Penandatanganan kesepakatan antara pihak mitra dan masyarakat penerima menjadi langkah awal pelaksanaan program sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam penanganan rumah tidak layak huni di Kota Sukabumi.

Bobby mengatakan, program tersebut sejalan dengan semangat Pemkot Sukabumi melalui 12 PAS (Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial) dengan semangat “Ayeuna Waktuna Berbagi Berkah”.

Program sosial tersebut juga terus didorong melalui kolaborasi dengan berbagai unsur, mulai dari lembaga filantropi, perbankan, dunia usaha, hingga elemen masyarakat.

Bantuan Rutilahu di Kota Sukabumi berasal dari berbagai sumber, mulai dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kota Sukabumi, hingga dukungan mitra sosial.

Dalam pelaksanaannya, calon penerima bantuan harus memenuhi sejumlah persyaratan. Di antaranya merupakan warga Kota Sukabumi, memiliki dokumen kepemilikan tanah yang jelas, kondisi fisik rumah sudah tidak layak, serta termasuk masyarakat berpenghasilan rendah.

Baca Juga: Perempuan 50 Tahun Tewas Diduga Terserempet KA Pangrango di Jalur Rel Cibadak

Setiap calon penerima juga menjalani proses verifikasi dan penilaian oleh tim di lapangan untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan diberikan kepada warga yang memenuhi kriteria.

Bantuan rehabilitasi rumah dinilai memiliki dampak sosial yang lebih luas karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat. Selain menghadirkan tempat tinggal yang lebih layak, program tersebut diharapkan dapat menciptakan lingkungan permukiman yang lebih sehat dan aman.

Bobby menegaskan keterlibatan mitra sosial menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan program sosial pemerintah, terutama di tengah keterbatasan kemampuan APBD.

Menurutnya, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menangani berbagai persoalan sosial. Karena itu, kolaborasi dengan lembaga filantropi, dunia usaha, perbankan, dan masyarakat perlu terus diperkuat.

Pemkot Sukabumi juga secara rutin turun langsung menemui warga yang membutuhkan. Bantuan yang diberikan disesuaikan dengan kondisi masing-masing penerima, mulai dari bantuan tunai hingga dukungan permodalan usaha.

Bobby mengajak seluruh pihak mempertahankan semangat gotong royong agar semakin banyak masyarakat yang mendapatkan manfaat dari berbagai program pembangunan dan bantuan sosial di Kota Sukabumi.

Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada pembangunan fisik rumah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan keluarga penerima manfaat.(adv)

Berita Terkait
Berita Terkini