Asosiasi Penderes Gula Merah Dibentuk di Ciracap, DPRD Dorong Dukungan Pemkab Sukabumi

Sukabumiupdate.com
Minggu 06 Sep 2026, 14:48 WIB
Asosiasi Penderes Gula Merah Dibentuk di Ciracap, DPRD Dorong Dukungan Pemkab Sukabumi

Pembentukan asosiasi Penderes Gula Merah di Ciracap, Kabupaten Sukabumi. Minggu (6/9/2026). (Sumber: SU/Ragil Gilang)

SUKABUMIUPDATE.com – Para penderes dan pengrajin gula merah kelapa di wilayah Sukabumi Selatan kini memiliki wadah organisasi. Musyawarah pembentukan Asosiasi Penderes dan Pengrajin Gula Merah Kelapa digelar di Perkebunan Vila Asabaland, Desa Purwasedar, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Minggu (6/9/2026).

Musyawarah tersebut dihadiri anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi PKB, Camat Ciracap bersama jajaran, Kepala BPP Ciracap, Kepala Desa Purwasedar, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, para penderes, pengrajin gula, serta pelaku usaha gula merah.

Dalam musyawarah tersebut, Deni terpilih sebagai Ketua Asosiasi Penderes dan Pengrajin Gula Merah Kelapa Sukabumi.

Camat Ciracap, Rukman Taufik, mengapresiasi terbentuknya asosiasi tersebut. Menurutnya, keberadaan organisasi dapat memperkuat perlindungan dan pengembangan usaha para penderes serta menjadi wadah untuk menyampaikan aspirasi.

“Harapannya dengan adanya asosiasi itu penyadap gula akan lebih terjamin, terutama keselamatan kerja, pengembangan usaha, dan aspirasinya akan lebih terarah,” ujar Rukman.

Baca Juga: Kekeringan Kembali Melanda Purojati Sukabumi, Leni Liawati Dorong Solusi Permanen

Ia berharap asosiasi tidak hanya menjadi wadah berkumpul, tetapi juga mampu memperkuat koordinasi para penderes dalam menyampaikan berbagai kebutuhan serta mendorong peningkatan kesejahteraan mereka.

Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, Dadang Hermawan, mengatakan pembentukan asosiasi tersebut merupakan aspirasi para pengrajin gula yang perlu mendapatkan dukungan dari berbagai pihak.

“Aspirasi dari para pengrajin gula untuk membentuk asosiasi tentunya kami sangat mendukung sekali. Ini juga perlu dukungan penuh dari pelaku usaha gula merah dan pihak perkebunan sebagai mitra usaha,” kata Dadang.

Dadang berharap Pemerintah Kabupaten Sukabumi dapat memberikan dukungan dan motivasi setelah asosiasi terbentuk, terutama dalam pengembangan potensi gula merah yang dinilai cukup besar di wilayah Sukabumi Selatan.

Ia menyebut potensi tersebut mencakup produksi gula merah organik maupun nonorganik.

“Dari data yang sudah masuk, sudah ada sekitar 350 pengrajin gula organik, ditambah dengan nonorganik mencapai 1.000 penyadap,” ungkapnya.

Baca Juga: Warung Sembako dan Bensin Eceran Terbakar di Simpenan, Pemilik Tewas Terjebak

Menurut Dadang, keberadaan asosiasi juga dapat mempermudah pemerintah dalam menyalurkan berbagai program intervensi kepada para penderes. Salah satu yang menjadi perhatian adalah perlindungan melalui kepesertaan BPJS.

“Dengan adanya asosiasi memudahkan untuk intervensi pemerintah dalam program-program ke depannya untuk mensejahterakan penyadap. Pertama BPJS agar mereka terjamin kesehatan,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Desa Purwasedar, Defi Susandi, mengatakan pembentukan asosiasi tersebut masih berada pada tahap awal. Tahapan berikutnya akan diarahkan pada penyusunan struktur kepengurusan hingga tingkat bawah.

“Sekarang itu baru tahapan pembentukan. Selanjutnya proses pembentukan kepengurusan sampai dengan ke bawah,” ujar Defi.

Baca Juga: Kebakaran di Kawasan Perhutani di Cibitung Sukabumi, Titik Api Masih Terlihat

Setelah struktur kepengurusan terbentuk, pihaknya akan mendorong sosialisasi secara berkelanjutan kepada para penderes dan pengrajin gula merah.

“Yang kedua mengadakan sosialisasi berkelanjutan, yang ketiga proses pelaksanaan pendaftaran BPJS-nya,” katanya.

Defi menegaskan, sosialisasi tidak cukup dilakukan satu kali. Pengurus nantinya akan terus membangun komunikasi dan koordinasi dengan para penderes, termasuk mempersiapkan kerja sama dengan pihak BPJS.

“Sambil nanti kepengurusan terus melakukan sosialisasi secara berkelanjutan, nggak cukup sekali. Nanti tunggu korelasi, kemudian nanti korelasi dengan BPJS itu mendatangkan kerja sama,” pungkasnya.(adv)

Berita Terkait
Berita Terkini