Tragis, Balita di Ciracap Sukabumi Ditemukan Meninggal Dalam Sumur

Sukabumiupdate.com
Minggu 28 Jun 2026, 00:34 WIB
Tragis, Balita di Ciracap Sukabumi Ditemukan Meninggal Dalam Sumur

Ilustrasi. Balita di Ciracap Sukabumi ditemukan meninggal dunia mengambang di dalam sumur tetangga. (Sumber Foto: Freepik)

SUKABUMIUPDATE.com - Duka mendalam menyelimuti warga Kampung Cadas Ngampar RT 014/004, Desa Ciracap, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi. Seorang balita yang belum genap berusia dua tahun ditemukan meninggal dunia di dasar sumur pada Sabtu (27/6/2026) petang.

Korban diketahui berinisial GA, bocah malang yang lahir pada 28 Juli 2024. Jasad balita tersebut ditemukan sekitar pukul 18.30 WIB dalam kondisi sudah mengambang di permukaan air sumur warga yang berjarak sekitar 50 meter dari kediaman rumahnya.

Kapolsek Ciracap, AKP Taufick Hadian, membeberkan kronologi peristiwa pilu tersebut berdasarkan hasil penyelidikan sementara di lapangan.

Petaka bermula ketika korban sedang asyik bermain di sekitar pekarangan rumah sekitar pukul 16.00 WIB. Sang ibu, Holisoh, sebenarnya sempat membawa buah hatinya itu untuk masuk kembali ke dalam rumah.

"Namun tanpa sepengetahuan ibunya, korban kembali keluar rumah. Menyadari anaknya tidak berada di rumah, orang tua bersama warga sekitar langsung melakukan pencarian," ujar AKP Taufick Hadian kepada sukabumiupdate.com, Sabtu malam.

Baca Juga: Koalisi Sipil Desak Investigasi Kematian 5 Peserta Latsarmil Manajer Kopdes Merah Putih

Ikhtiar pencarian melelahkan itu akhirnya membuahkan hasil, namun berujung pilu. Salah seorang warga setempat bernama Egi, mendadak menghentikan langkahnya saat menyisir area sumur milik Muslih.

Dari bibir sumur, ia melihat tubuh mungil korban sudah dalam posisi mengambang di atas permukaan air. Temuan mengejutkan itu langsung diteriakkan kepada pihak keluarga dan kerumunan warga yang tengah mencari.

Melihat situasi tersebut, seorang warga lainnya bernama Wagianto, langsung bergegas turun ke dasar sumur untuk mengevakuasi tubuh korban. Nahas, setelah berhasil diangkat ke permukaan, nyawa balita tersebut dipastikan sudah tidak tertolong.

Begitu menerima laporan kedaruratan dari masyarakat, personel jajaran Polsek Ciracap langsung diterjunkan ke lokasi kejadian.

Petugas bergerak cepat melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi mata, serta melaporkan insiden maut ini kepada pimpinan.

AKP Taufick Hadian menjelaskan, dari kesimpulan sementara hasil olah TKP, insiden memilukan ini diduga terjadi karena korban lepas dari pantauan dan pengawasan orang tuanya saat bermain. Adapun sumur tempat korban ditemukan merupakan milik warga bernama Muslih yang sehari-harinya memang masih aktif digunakan untuk kebutuhan air bersih.

Pihak kepolisian juga telah melakukan koordinasi dan komunikasi intensif dengan pihak keluarga korban mengenai kelanjutan penanganan hukum kasus ini. Kendati demikian, orang tua korban memilih ikhlas menerima kejadian ini sebagai musibah, menolak untuk dilakukan tindakan autopsi, serta telah resmi menandatangani surat pernyataan penolakan autopsi di hadapan petugas.

"Saat ini jenazah korban masih disemayamkan di rumah duka dan rencananya akan dimakamkan pada Minggu (28/6/2026) di tempat pemakaman umum setempat," pungkas Kapolsek.

Berita Terkait
Berita Terkini