SIMPEN di Cikembar, Lebih Praktis! Digitalisasi Pendaftaran Produk BPR Sukabumi

Sukabumiupdate.com
Kamis 13 Agu 2026, 16:32 WIB
SIMPEN di Cikembar, Lebih Praktis! Digitalisasi Pendaftaran Produk BPR Sukabumi

Kepala Seksi Pemasaran PT Bank Perekonomian Rakyat Sukabumi (Perseroda) Cabang Cikembar, Redi Iswandi (Sumber: dok BPR)

SUKABUMIUPDATE.com - PT Bank Perekonomian Rakyat Sukabumi (Perseroda) Cabang Cikembar mulai menerapkan layanan Sistem Pendaftaran Nasabah (SIMPEN) sejak Juni 2026. Layanan ini memberikan alternatif bagi masyarakat yang ingin mendaftarkan produk perbankan tanpa harus langsung datang ke kantor.

Kepala Seksi Pemasaran PT Bank Perekonomian Rakyat Sukabumi (Perseroda) Cabang Cikembar, Redi Iswandi, mengatakan SIMPEN sudah berjalan di Cabang Cikembar sejak Juni lalu. "Sudah berjalan. Dari Juni," kata Redi kepada sukabumiupdate.com, Kamis (13/8/2026).

Menurutnya, SIMPEN dapat digunakan masyarakat melalui tautan yang disediakan BPR. Calon nasabah dapat mengakses tautan tersebut untuk mengisi data diri serta menentukan produk yang ingin didaftarkan.

Baca Juga: Waspada! Potensi Gelombang Tinggi Selatan Jawa Berlanjut hingga 15 Agustus 2026

"Jadi mereka daftar langsung di situ. Di link-nya ada untuk biodata nasabah, terus dengan nilai simpanan berapa, ada di situ," ujarnya.

Redi menjelaskan, layanan tersebut tidak hanya digunakan untuk pendaftaran tabungan. Calon nasabah juga dapat mendaftarkan deposito maupun kredit melalui SIMPEN. "Tabungan, kredit, deposito bisa," katanya.

Menurut Redi, penggunaan SIMPEN dapat memberikan efisiensi bagi calon nasabah karena proses awal pendaftaran dapat dilakukan secara daring. Masyarakat tidak perlu langsung mengantri di kantor untuk melakukan pendaftaran produk.

Baca Juga: Landmark Alun-alun Gadobangkong Berubah Wajah, Disperkim Sukabumi Pilih Beton agar Lebih Awet

"Kalau untuk online itu jadi enggak perlu antre. Kalau ke kantor kita kasih antrian. Jadi kalau pakai produk SIMPEN mungkin lebih efisien untuk dia mendaftarkan tabungan, kredit, sama deposito," tuturnya.

Meski demikian, Redi mengakui penggunaan SIMPEN di Cabang Cikembar masih perlu terus diperkenalkan kepada masyarakat. Sebagian nasabah masih memilih datang langsung ke kantor untuk mendapatkan pelayanan maupun melakukan pendaftaran secara manual.

"Alhamdulillah ada yang langsung. Ada yang memang kita kasih arahan dulu," ujarnya.

Baca Juga: Wajah Baru Pimpinan Baznas Kota Sukabumi dan Target Rp16 Miliar Per Tahun

Ia menyebut, minat masyarakat terhadap produk tabungan di Cabang Cikembar selama ini cukup besar. Kondisi tersebut juga terlihat dari aktivitas nasabah di kantor cabang maupun kantor kas BPR Sukabumi di Bojonglopang.

"Karena untuk tabungan di Cikembar ini memang banyak. Dari tahun ke tahun di kami di sini di Cikembar lumayan banyak," kata Redi.

Dalam penerapannya, BPR Cikembar masih menghadapi tantangan dalam mengenalkan layanan digital tersebut. Menurut Redi, tidak semua masyarakat langsung memahami penggunaan SIMPEN, terlebih bagi masyarakat di wilayah yang cukup jauh dari kantor.

Baca Juga: Kericuhan Warnai Turnamen Sepak Bola HUT RI di Pabuaran Sukabumi, Berawal dari Tos Koin

"Ini sistem baru. Tidak semua masyarakat bisa menanggapinya. Apalagi kalau untuk di daerah, di sini juga banyak daerah-daerah yang memang jauh. Mereka agak kesulitan juga kalau enggak kita arahkan," katanya.

Karena itu, petugas BPR di lapangan turut memberikan arahan kepada calon nasabah mengenai cara menggunakan SIMPEN. Upaya tersebut dilakukan agar masyarakat mengetahui adanya alternatif pendaftaran produk secara digital. "Ya kita kenalkan. Kalau enggak begitu, dia mana tahu. Makanya kita arahkan," ujar Redi.

Ke depan, Redi berharap penggunaan SIMPEN dapat semakin membantu masyarakat dalam mengakses produk PT Bank Perekonomian Rakyat Sukabumi (Perseroda). Selain membuat proses pendaftaran lebih efisien, layanan tersebut diharapkan turut mendorong digitalisasi pelayanan BPR.

Baca Juga: Perkuat Target Swasembada Pangan Kabupaten Sukabumi, 2 UPTD Dinas Pertanian Diisi Pejabat Baru

"Intinya memang masyarakat pun harus mengenal dan tahu. Sebab kalau kita sudah modern, kalau masyarakatnya enggak tahu, percuma," katanya.

Redi menambahkan, kemudahan layanan digital tetap harus berjalan seiring dengan tanggung jawab BPR dalam menjaga kepercayaan masyarakat, termasuk kerahasiaan data nasabah. "Kita kan memegang amanah. Yang menabung di sini kan amanah. Bagi kita amanah, memang harus dijaga, betul-betul dijaga, kerahasiaannya," pungkasnya. (adv)

 

Editor :
Berita Terkait
Berita Terkini