Desa Wisata Gedepangrango Masuk 10 Besar SWJ-ITDMA 2026, Wakili Sukabumi Menuju WIA

Sukabumiupdate.com
Selasa 11 Agu 2026, 16:29 WIB
Desa Wisata Gedepangrango Masuk 10 Besar SWJ-ITDMA 2026, Wakili Sukabumi Menuju WIA

Situ Gunung, yang terletak di Sukabumi, Jawa Barat, menawarkan keindahan alam yang memukau dan pengalaman wisata yang tak terlupakan. (Sumber : Instagram/@devibrg).

SUKABUMIUPDATE.com – Desa Wisata Gedepangrango, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, berhasil masuk dalam daftar 10 besar Smiling West Java Integrated Tourism Destination Management Awards (SWJ-ITDMA) 2026 kategori Desa/Kampung Wisata.

Capaian tersebut menempatkan Desa Wisata Gedepangrango sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Jawa Barat yang berpeluang mewakili provinsi pada ajang Wonderful Indonesia Awards (WIA) 2026).

Desa Wisata Gedepangrango menjadi satu-satunya perwakilan Kabupaten Sukabumi yang berhasil masuk 10 besar dalam ajang tersebut.

Baca Juga: BMKG: Kabupaten Sukabumi Kategori Awas Kekeringan Periode 11-20 Agustus 2026

Berikut daftar 10 besar Desa/Kampung Wisata Jawa Barat dalam SWJ-ITDMA 2026:

  1. Desa Wisata Bantar Agung – Kabupaten Majalengka
  2. Desa Wisata Jalatrang – Kabupaten Ciamis
  3. Desa Wisata Karamatwangi (Agrowisata Tepas Papandayan) – Kabupaten Garut
  4. Desa Wisata Karangjaya – Kabupaten Karawang
  5. Desa Wisata Gunung Malang – Kabupaten Bogor
  6. Desa Wisata Pajambon – Kabupaten Kuningan
  7. Desa Wisata Gunungsari – Kabupaten Ciamis
  8. Desa Wisata Sukawangun – Kabupaten Tasikmalaya
  9. Desa Wisata Gedepangrango – Kabupaten Sukabumi
  10. Kampung Wisata Saung Eling – Kota Bogor

Ajang SWJ-ITDMA 2026 diikuti oleh 44 desa/kampung wisata dari berbagai daerah di Jawa Barat. Penilaian dilakukan melalui platform Pesona Pasundan dengan menitikberatkan pada sejumlah aspek, di antaranya pengelolaan destinasi, inovasi, kolaborasi, serta keberlanjutan desa wisata.

Potensi Wisata Gedepangrango

Desa Gedepangrango merupakan salah satu desa di Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi. Wilayah ini berada di kawasan penyangga Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) dan memiliki panorama alam yang asri serta kearifan budaya lokal.

Letaknya yang strategis dan kondisi alam yang mendukung membuat Desa Gedepangrango memiliki beragam potensi wisata, mulai dari sumber daya alam hingga sumber daya manusia.

Potensi alam yang dimiliki antara lain mata air pegunungan, tanah yang subur, udara sejuk, serta panorama alam yang menjadi daya tarik wisatawan.

Baca Juga: BGN Beberkan Nasib SPPG di Kabupaten Sukabumi yang Terlibat Kasus Keracunan MBG

Sejumlah destinasi wisata yang berada di wilayah Desa Gedepangrango di antaranya Suspension Bridge Situgunung, Danau Situgunung, Tanakita Camping Ground, Curug Sawer, Curug Kembar, kawasan wisata Cinumpang, Homestay Kampung Sawo, dan Homestay Pasanggrahan.

Wisatawan yang tengah menaiki wahan Jembatan Gantung Lembah Purba, di Kawasan Wisata Alam Situ Gunung Sukabumi.Wisatawan yang tengah menaiki wahan Jembatan Gantung Lembah Purba, di Kawasan Wisata Alam Situ Gunung Sukabumi. | SU/Anom

Salah satu daya tarik yang cukup dikenal adalah Suspension Bridge Situgunung. Jembatan gantung tersebut memiliki panjang sekitar 243 meter, lebar 1,8 meter, dan berada pada ketinggian sekitar 121 meter di atas permukaan tanah.

Selain wisata alam, Desa Gedepangrango juga memiliki potensi ekonomi lokal yang dikembangkan masyarakat. Di Dusun Cijagung, misalnya, terdapat produksi gula aren dan UMKM kopi Mekarasari.

Kelompok perempuan Rawan Sosial Ekonomi melalui Pujasera (Perempuan, Janda Serba Bisa) juga menjadi bagian dari potensi ekonomi masyarakat yang dapat dikembangkan sebagai pengalaman wisata berbasis pemberdayaan lokal.

Wisatawan tidak hanya dapat menikmati destinasi alam, tetapi juga berkesempatan melihat secara langsung proses pembuatan sejumlah produk lokal.

Baca Juga: 13 Ide Permainan Seru untuk 17 Agustus, Bikin Perayaan HUT RI Makin Meriah

Pengembangan desa wisata juga didukung oleh semangat gotong royong masyarakat serta kesadaran dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Salah satunya melalui keberadaan bank sampah di Dusun Cibunar II RW 003. Sampah yang berasal dari masyarakat dikelola sehingga dapat memiliki nilai tambah sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.

Beragam potensi tersebut menjadi modal bagi Desa Gedepangrango untuk terus dikembangkan sebagai desa wisata yang tidak hanya mengandalkan keindahan alam, tetapi juga mengedepankan budaya, pemberdayaan masyarakat, ekonomi lokal, dan keberlanjutan lingkungan.

Dengan masuknya Desa Wisata Gedepangrango dalam 10 besar SWJ-ITDMA 2026, desa tersebut selanjutnya akan mengikuti Coaching Clinic dan Pendampingan Intensif sebagai bagian dari persiapan menuju Wonderful Indonesia Awards (WIA) 2026.

Capaian ini sekaligus menjadi momentum bagi masyarakat dan pemerintah daerah untuk terus memperkuat pengelolaan potensi wisata Sukabumi agar semakin berkualitas, berkelanjutan, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

 

Berita Terkini