Cimaja Kembali Jadi Panggung Surfing Dunia, Peselancar 13 Negara Siap Unjuk Ketangkasan

Sukabumiupdate.com
Selasa 11 Agu 2026, 17:41 WIB
Cimaja Kembali Jadi Panggung Surfing Dunia, Peselancar 13 Negara Siap Unjuk Ketangkasan

Peselancar saatsurfing di ombak pantai Cimaja, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi. (Sumber: Sukabumiupdate.com)

SUKABUMIUPDATE.com – Ombak Pantai Cimaja di Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, kembali bersiap menjadi arena pertarungan para peselancar dari berbagai penjuru dunia.

Kejuaraan surfing bertaraf internasional bertajuk Surfing Competition Open Professional 2026 akan digelar selama tiga hari, 15-17 Agustus 2026, di kawasan pesisir Cimaja.

Bukan sekadar ajang perebutan gelar juara, kompetisi tahunan yang digagas Cimaja Boardriders ini juga diharapkan menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi wisata pesisir Kabupaten Sukabumi ke panggung internasional.

Gelaran tersebut sekaligus menjadi bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia dan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) ke-156.

Pendiri Cimaja Boardriders, Iman Nulhakim, atau yang akrab disapa Iman Cimaja, mengatakan penyelenggaraan tahun ini dikemas lebih meriah dengan cakupan peserta yang semakin luas.

Baca Juga: 5 Kereta Api dengan Rute Terpendek di Indonesia, Pangrango Bogor-Sukabumi Urutan Pertama

Lima divisi akan dipertandingkan, yakni Open Professional, Master Expatriate, Longboard, Under-16, dan Women Division.

"Kami salah satu dari pendiri Cimaja Boardriders, surfing community yang ada di Cimaja. Tahun ini kembali menggelar acara spektakuler tahunan, yaitu surfing competition open professional 2026," ujar Iman kepada sukabumiupdate.com.

Yang membuat kompetisi ini semakin menarik, peserta bukan hanya datang dari berbagai daerah di Indonesia. Sejumlah peselancar mancanegara juga dijadwalkan ambil bagian.

Peselancar dari Jepang, Australia, Amerika Serikat, Jerman, Austria, Meksiko, Spanyol, Inggris, Portugal, Taiwan, Uruguay, Prancis, hingga Selandia Baru disebut siap meramaikan persaingan di Pantai Cimaja.

Dari dalam negeri, kompetisi akan diikuti atlet-atlet nasional, termasuk peselancar asal Jawa Barat dan sejumlah provinsi lainnya.

"Para atlet nasional, terutama atlet-atlet Jawa Barat, PSOI, dan provinsi-provinsi lain akan ikut. Ada juga peserta dari mancanegara, seperti Jepang, Australia, Amerika, Jerman, Austria, Meksiko, Spanyol, Inggris, Taiwan, Uruguay, Prancis dan New Zealand," kata dia.

Baca Juga: Tembok Penahan Tebing Cipeucang Sukabumi, Titik Longsor Jalan Mareleng–Palangpang

Pendaftaran Sudah 70 Persen

Antusiasme peserta terhadap kompetisi ini juga terbilang tinggi. Hingga saat ini, pendaftaran telah mencapai sekitar 70 persen dari kapasitas peserta yang disiapkan panitia.

Setiap divisi akan menampung hingga 36 peserta, sehingga persaingan diprediksi berlangsung sengit.

Para peselancar tidak hanya datang untuk mengejar podium. Kompetisi ini juga menjadi kesempatan bagi atlet untuk menguji kemampuan, menambah pengalaman bertanding, sekaligus menunjukkan kualitas mereka di hadapan peselancar dari berbagai negara.

Namun, keseruan di Cimaja tidak berhenti di atas papan selancar.
Panitia juga menyiapkan Kokojoran Fun Run 6K, yang akan mengambil rute dari Citepus menuju Cimaja.

Perpaduan olahraga selancar dan lari tersebut diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan untuk datang dan menikmati kawasan pesisir Sukabumi selama momentum perayaan HUT RI dan HJKS.

Baca Juga: BGN Beberkan Nasib SPPG di Kabupaten Sukabumi yang Terlibat Kasus Keracunan MBG

Bawa Pariwisata Sukabumi ke Panggung Dunia

Bagi Cimaja Boardriders, kompetisi ini memiliki misi yang jauh lebih besar dibandingkan sekadar mencari juara.

Olahraga selancar ingin dijadikan sebagai salah satu pintu masuk untuk memperkenalkan keindahan alam dan potensi pariwisata Kabupaten Sukabumi kepada masyarakat dunia.

Dengan kehadiran peselancar dari berbagai negara, kawasan Cimaja diharapkan tidak hanya dikenal sebagai salah satu spot surfing, tetapi juga sebagai destinasi wisata yang memiliki daya tarik alam dan budaya.

"Harapan kami bisa mengembangkan pariwisata yang ada di Kabupaten Sukabumi khususnya, umumnya Indonesia," ungkap Iman.

Di sisi lain, ajang ini juga menjadi ruang pembinaan bagi peselancar muda. Para atlet usia dini diharapkan tidak sekadar mendapatkan pengalaman bertanding, tetapi juga memiliki motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan hingga mampu bersaing di level internasional.

"Kami ingin membina dan mendidik para atlet generasi muda untuk menjadi atlet profesional yang akan berkancah di laga surfing dunia, sehingga bisa membawa nama daerah serta negara tercinta, Republik Indonesia," tutur Iman.

Ia pun mengajak masyarakat, wisatawan, serta para pencinta olahraga selancar untuk datang langsung menyaksikan kompetisi tersebut.

Menurutnya, surfing bukan hanya olahraga prestasi, tetapi juga olahraga rekreasi yang dapat dinikmati oleh masyarakat luas.

"Kami juga mengajak seluruh pecinta selancar dan surfing. Olahraga ini merupakan salah satu olahraga rekreasi dan prestasi," pungkasnya.

Berita Terkait
Berita Terkini