Lansia di Pamuruyan Cibadak Diselamatkan Warga dari Kebakaran Rumah

Sukabumiupdate.com
Jumat 26 Jun 2026, 17:57 WIB
Lansia di Pamuruyan Cibadak Diselamatkan Warga dari Kebakaran Rumah

Petugas Damkar saat memadamkan kebakaran yang melanda rumah milik Halimah di Kampung Johor RT 02/13, Desa Pamuruyan, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jumat (26/6/2026). (Sumber Foto: Istimewa)

SUKABUMIUPDATE.com - Rumah milik lansia bernama Halimah (82), warga Kampung Johor RT 02/13, Desa Pamuruyan, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, mengalami kebakaran pada Jumat (26/6/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun sebagian bangunan rumah mengalami kerusakan akibat dilalap api.

Anak pemilik rumah, Rita Rosita (51), mengatakan saat kejadian dirinya sedang berada di rumahnya yang terletak tepat di depan rumah sang ibu. Namun, posisi rumah Rita berada di bagian yang lebih tinggi, sementara rumah Halimah berada di bawahnya.

Usai menunaikan salat, Rita yang sedang duduk di rumahnya mendengar suara letupan yang semula dikira berasal dari kontrakan di sekitar lokasi.

"Saya lagi di rumah, baru beres sembahyang. Terdengar suara seperti letupan. Saya kira dari kontrakan, pas dilihat tidak ada. Begitu melihat ke arah rumah ibu yang ada di bawah, saya melihat asap dan api kecil dari belakang rumah. Saya kaget, langsung teriak minta tolong karena api cepat membesar sampai ke atas," ujar Rita kepada sukabumiupdate.com.

Baca Juga: Gagal Kabur, Tahanan Lukai Kanit Reskrim Polsek Lengkong Dibawa ke Lapas Warungkiara

Menurut Rita, api pertama kali terlihat muncul dari bagian bawah rumah sebelum dengan cepat merambat ke bagian atas bangunan yang sebagian besar berbahan kayu.

Mendengar teriakan Rita, warga sekitar langsung berdatangan membantu memadamkan api menggunakan air seadanya sambil berupaya menyelamatkan penghuni rumah.

Saat kebakaran terjadi, Halimah yang berusia 82 tahun diketahui sedang tertidur seorang diri di dalam rumah. Beruntung, warga berhasil mengevakuasinya sehingga tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

"Alhamdulillah tidak ada korban. Terima kasih kepada kepala desa, para pemuda, dan tetangga yang sudah membantu," katanya.

Kepala Desa Pamuruyan, Ujang Sarip Hidayat, mengatakan dirinya mengetahui kejadian tersebut karena sedang berada tidak jauh dari lokasi. Saat tiba di tempat kejadian, api sudah membesar dan mulai menjalar ke bagian atap rumah.

"Api mulai dari bagian bawah lalu dengan cepat merembet ke atas hingga ke atap. Di dalam rumah juga terdapat perlengkapan rias pengantin yang mudah terbakar sehingga api cepat membesar," ujarnya.

Menurut Ujang, warga bergerak cepat melakukan pemadaman dan membongkar sebagian bangunan untuk mencegah api menjalar ke bagian lain rumah maupun bangunan di sekitarnya. Sejumlah karyawan PT Japfa juga turut membantu dengan membawa alat pemadam api ringan (APAR).

Tak lama kemudian, petugas dari Pos Damkar Cibadak tiba di lokasi dan langsung melakukan penanganan.

Baca Juga: Mutasi Polri: AKBP Samian ke Depok, Polres Sukabumi Kini Dipimpin AKBP Benny Cahyadi

Komandan Posko V Damkar Cibadak pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sukabumi, Iyep Yosepa, mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian sekitar pukul 13.30 WIB.

Namun, proses penanganan sempat terkendala karena lokasi rumah berada cukup jauh dari jalan utama sehingga kendaraan pemadam kebakaran tidak dapat menjangkau titik kebakaran.

"Kami menggunakan motor taktis (motis) dan memanfaatkan sumber air yang ada di sekitar lokasi, termasuk bak mandi milik warga. Alhamdulillah kebakaran bisa ditanggulangi sehingga rumah tidak sampai habis terbakar," kata Iyep.

Akibat kejadian tersebut, bagian atap depan rumah, beberapa ruangan, serta sejumlah perabotan rumah tangga termasuk tempat tidur mengalami kerusakan akibat terbakar.

Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan petugas.

Iyep mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama menjelang musim kemarau. Warga diminta rutin memeriksa instalasi listrik, menggunakan peralatan berstandar SNI, serta tidak membakar sampah maupun membuka lahan dengan cara dibakar guna mencegah terjadinya kebakaran.

Berita Terkait
Berita Terkini