SUKABUMIUPDATE.com – Ribuan peserta diperkirakan akan menghadiri kegiatan istighosah dan doa bersama untuk mendukung keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang akan digelar di Lapang Merdeka Kota Sukabumi pada Rabu (24/6/2026) besok.
Kegiatan tersebut diinisiasi para mitra atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se Kota dan Kabupaten Sukabumi. Salah seorang inisiator, Sayyid Agil menyampaikan bahwa ada sekitar 400 SPPG yang akan terlibat dalan kegiatan istighosah dan doa bersama di Lapang Merdeka.
"Kita berkoordinasi dengan sekitar 400 SPPG di Kota dan Kabupaten Sukabumi, mereka rata-rata mengirimkan peserta sebanyak 30 orang. Jadi peserta yang hadir sekitar 10 ribu lebih," kata Agil kepada sukabumiupdate.com melalui sambungan telepon, Selasa (23/6/20260 malam.
Menurut Agil, rangkaian kegiatan akan dimulai sejak waktu subuh dengan agenda utama istighosah dan doa bersama sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis. Ia menilai program tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sehingga perlu terus dilanjutkan.
"Kita ingin menyampaikan bahwa MBG benar-benar program yang baik dan dibutuhkan oleh masyarakat," ujarnya.
Baca Juga: Dari Kampus ke Desa: Ketika Inovasi Tidak Berhenti di Laboratorium
Setelah pelaksanaan istighosah, kata Agil, peserta akan bergerak menuju Gedung DPRD Kota Sukabumi dalam aksi long march. Di Gedung DPRD, perwakilan peserta dijadwalkan beraudiensi untuk menyampaikan aspirasi mengenai pentingnya keberlanjutan program MBG.
Agil mengimbau seluruh massa agar tetap menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung. Ia berharap aksi tersebut dapat berjalan dengan aman, damai, serta tetap menjaga citra positif program Makan Bergizi Gratis.
"Kami mengimbau seluruh massa yang hadir agar tertib, tidak membuang sampah sembarangan, dan bersama-sama menjaga citra positif terhadap program MBG," imbuhnya.
Selain istighosah dan long march, dalam kegiatan ini juga menyediakann bagi-bagi makanan bagi warga terutama yang terdampak.
"Kita memahami kegiatan tersebut akan menimbulkan kemacetan dan menggangu aktivitas warga lainnya. Oleh karenanya kita juga akan ada bagi-bagi makanan misalnya kepada para pengemudi," tambahnya.







