SUKABUMIUPDATE.com - Sedikitnya 100 titik dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga fiktif ditemukan di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Sejumlah lokasi yang diajukan bahkan diketahui tidak memiliki bangunan dan tidak sesuai dengan peruntukannya.
Hal tersebut diungkapkan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya, di sela aksi demonstrasi yang berlangsung di Alun-alun Cilacap pada Senin (22/6/2026).
Ammy mengungkapkan bahwa dari lebih dari 300 titik yang muncul di Kabupaten Cilacap, sekitar 100 titik diketahui belum memenuhi syarat.
Berdasarkan hasil verifikasi, sejumlah lokasi yang diajukan tidak memiliki bangunan, masih berupa rumah tinggal, atau berada di tempat yang tidak sesuai untuk pendirian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Baca Juga: HOAKS: Program Bantuan BBM Gratis 2026 dari Pemerintah
“Dari lebih dari 300 titik yang muncul, sekitar 100 titik diketahui belum memenuhi syarat karena tidak terdapat bangunan, masih berupa rumah tinggal, atau berada di lokasi yang tidak sesuai peruntukan,” jelasnya, dikutip dari laman resmi pemerintah kabupaten Cilacap, Selasa (23/06/2026).
Menurut Ammy, temuan tersebut terungkap setelah tim investigasi bersama koordinator wilayah melakukan rapat dan pengecekan lapangan terhadap titik-titik yang telah terdaftar. Dari hasil penelusuran, banyak lokasi yang ternyata tidak memiliki bangunan sama sekali meski telah diajukan sebagai calon dapur MBG.
Lebih lanjut, Ammy menyebutkan bahwa beberapa titik yang terdaftar justru berada di lokasi yang tidak layak, seperti kawasan hutan, area persawahan, hingga area pemakaman. Temuan tersebut, kata dia, menguatkan dugaan adanya praktik jual beli titik serta keberadaan titik fiktif dalam pengajuan dapur MBG.
“Ada yang di tengah hutan, ada yang di tengah sawah, ada yang di tengah kuburan. Nah, jadi bahwa isu jual beli titik kemudian titik fiktif yang memang benar adanya, ya ini yang harus kita benahi,” ujarnya seperti dikutip dari akun Media Sosial Cilacapmedia TV.
Baca Juga: Tempat Camping dekat Curug Sadim Subang, Jalan Kaki Cuma 1 Menit
Sebagai tindak lanjut, Ammy menjelaskan bahwa berdasarkan hasil rapat terakhir bersama tim investigasi, portal pendaftaran pembukaan titik SPPG untuk sementara ditutup. Selain itu, titik-titik yang telah teridentifikasi sebagai titik fiktif akan dihapus terlebih dahulu sebelum program kembali dilanjutkan.
“Kemarin hasil rapat terakhir dengan tim investigasi untuk sementara portal pendaftaran pembukaan titik SPPG ditutup, kemudian untuk titik-titik titik fiktif yang sudah teridentifikasi dihapus terlebih dahulu. Baru kemudian kita akan lanjutkan lagi programnya,”
Ammy menambahkan, penataan SPPG dilakukan setelah muncul kasus keracunan yang menimpa lebih dari 100 siswa di wilayah Cilacap Utara pada akhir April lalu. Menyusul kejadian tersebut, pemerintah daerah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG.
Salah satu langkah yang dilakukan ialah memperketat persyaratan pendirian dapur MBG. Persyaratan tersebut mencakup kelayakan bangunan, sertifikasi halal, dokumen lingkungan, hingga kesesuaian tata ruang.
Baca Juga: Wajib Lapor Seminggu Sekali, Roy Suryo dan dr Tifa Tak Ditahan di Kasus Ijazah Jokowi
Selain itu, hasil verifikasi lapangan juga menemukan sejumlah calon titik SPPG yang tidak sesuai dengan data pengajuan.
Ammy menegaskan, langkah penataan tersebut dilakukan agar pelaksanaan program MBG berjalan lebih tertib dan sesuai standar yang telah ditetapkan pemerintah pusat.
“Kami ingin pelaksanaan MBG di Cilacap tertib dan sesuai standar yang ditetapkan pemerintah pusat sehingga manfaatnya benar-benar sampai kepada masyarakat,” pungkasnya.






