Keranjang Langit Tabrakan, Pengelola Situ Gunung Sukabumi Ungkap Penyebab

Sukabumiupdate.com
Kamis 18 Jun 2026, 16:01 WIB
Keranjang Langit Tabrakan, Pengelola Situ Gunung Sukabumi Ungkap Penyebab

Wahana keranjang sultan langit di Situ Gunung Sukabumi (Sumber: sukabumiupdate)

SUKABUMIUPDATE.com - Video yang memperlihatkan dua wahana Keranjang Sultan Langit saling berbenturan di kawasan wisata Situ Gunung, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, menjadi perbincangan luas di media sosial. Rekaman tersebut memunculkan berbagai spekulasi dari warganet terkait aspek keselamatan wahana yang berada di ketinggian sekitar 160 meter tersebut.

Menanggapi hal itu, pihak pengelola memastikan peristiwa yang terjadi bukan disebabkan kerusakan mesin maupun gangguan pada sistem operasional wahana. Hasil penelusuran internal menunjukkan benturan terjadi akibat alat pengatur kecepatan pada keranjang diputar oleh salah seorang pengunjung saat wahana sedang beroperasi.

Manager Operasional Suspension Bridge Situ Gunung, Usep Suherlan, menjelaskan perangkat tersebut merupakan panel yang terhubung dengan baterai dan dinamo yang berfungsi mengatur pergerakan keranjang, mulai dari menyalakan, mematikan, mengatur kecepatan hingga menggerakkan wahana ke arah sebaliknya.

Baca Juga: Bupati Sukabumi Hadiri Deklarasi Bersama dan Pakta Integritas Perpanjangan IUP di Jabar

"Kalau dilihat dari hasil video dicermati sampai akhir, itu kan ada dimainkan, ya, potensio-nya. Kita tidak menginformasikan bahwa si potensio tersebut itu harus dipegang atau dimainkan, itu hanya kami yang tahu," ujar Usep saat dikonfirmasi, Rabu (17/6/2026).

Menurutnya, ketika potensio diputar, laju keranjang menjadi melambat bahkan berhenti. Kondisi itu membuat keranjang yang berada di belakang mendekat sehingga terjadi dorongan antar wahana.

"Bahkan semakin penasaran orang ingin mencoba memutar sehingga berhenti dan melaju sehingga menjadi mengakibatkan goyangan," katanya.

Baca Juga: Jadwal Lengkap Piala Dunia 2026 Pekan Kedua, Argentina vs Austria dan Portugal vs Uzbekistan

Usep menerangkan, insiden tersebut terjadi saat keranjang berada di jalur perjalanan pulang dan posisinya sudah mendekati titik akhir lintasan. Jaraknya diperkirakan hanya sekitar 50 meter sebelum area pemberhentian.

Ia juga mengungkapkan bahwa saat kejadian berlangsung, kawasan wisata tengah dipadati pengunjung. Meski video yang beredar terlihat menegangkan, kondisi di lapangan disebut tidak separah yang tergambar dalam rekaman.

"Hanya ketika melihat eh video, itu seakan-akan si yang memvideokan itu heboh, heboh sendiri gitu kan. Ah, ya tapi bagaimanapun itu, itu adalah kejadian nyata di lokasi kami," ujarnya.

Baca Juga: Mardiono Kembali Percayakan Ima Slamet Pimpin DPC PPP Kota Sukabumi

Menurut Usep, wisatawan yang berada di sekitar area finis menyaksikan peristiwa tersebut sebagai benturan ringan yang tidak menimbulkan situasi darurat. "Itu kayak hal wajar, ya. Hanya terdorong saja, tidak seheboh eh yang memvideokan tersebut, gitu," imbuhnya.

Pihak pengelola memastikan tidak ada korban luka dalam kejadian tersebut. Wisatawan yang berada di keranjang yang terdorong dilaporkan selamat dan tidak mengalami cedera.

"Hasil daripada kejadian kemarin, katakanlah bisa disebut korban yang tertabrak dengan kereta berikutnya itu baik-baik saja, tidak mengalami sesuatu apapun. Hanya ketika ditanya, ya mungkin sedikit takut," tutur Usep.

Baca Juga: Warga Pangkalan Cikidang Sukabumi Titip Aspirasi ke Dessy Susilawaty, Reses DPRD Jabar

Meski video tersebut viral, minat wisatawan untuk mencoba Keranjang Sultan Langit disebut tidak mengalami penurunan. Bahkan sejumlah pengunjung baru mengetahui adanya video tersebut setelah mereka selesai mencoba wahana.

"Ada juga memang yang begitu sudah naik, baru mengetahui videonya, 'Oh ini yang terjadi.' Tapi kan mereka sudah mencoba dan merasakan bahwa wahana ini sangat aman," jelasnya.

Sebagai langkah antisipasi, pihak pengelola akan melakukan evaluasi terhadap berbagai aspek operasional, termasuk kemungkinan pengamanan tambahan pada perangkat pengatur kecepatan agar tidak dapat diakses oleh pengunjung selama wahana beroperasi.

Baca Juga: Mengenal Leuhang: Sauna Tradisional Warisan Leluhur Sunda Untuk Mengobati Penyakit

Usep menegaskan wahana Keranjang Sultan Langit telah dilengkapi sistem keselamatan berlapis. Selain penggunaan safety harness berstandar internasional dengan kapasitas beban hingga 300 kilogram, lintasan juga didukung dua kabel baja utama sebagai pengaman tambahan.

"Di atas juga seling kita ada dua seling, itu untuk pengamanan safety terakhir. Jadi kita sampai terjatuh keranjang pun, itu tidak akan jatuh langsung ke bawah, karena sudah kami siapkan seling yang kedua untuk pengamanan," tegasnya.

Diketahui, Keranjang Sultan Langit memiliki panjang lintasan sekitar 523 meter yang membentang di atas kawasan Lembah Purba Situ Gunung dengan ketinggian mencapai 160 meter dari permukaan sungai. Meski insiden tersebut dipastikan tidak dipicu oleh kerusakan teknis, pengelola menegaskan evaluasi tetap akan dilakukan untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan wisatawan.

Baca Juga: Menelusuri Jawa Barat Lewat Lagu: 27 Nama Tempat yang Diabadikan Para Musisi Sunda

"Betul, ini memang harus dievaluasi segala bentuk apapun, hal kecil, hal besar, semua kita harus evaluasi untuk eh menuju lebih baik." pungkasnya.

Editor :
Berita Terkait
Berita Terkini