Geger Anakan King Kobra Masuk Pemandian Air Panas Cikundul Sukabumi

Sukabumiupdate.com
Selasa 09 Jun 2026, 19:41 WIB
Geger Anakan King Kobra Masuk Pemandian Air Panas Cikundul Sukabumi

Penampakan anakan King Kobra yang dievakuasi Damkar dari pemandian air panas 3D Cikundul Sukabumi, Selasa (9/6/2026). (Sumber Foto: Dok. Damkar)

SUKABUMIUPDATE.com - Kemunculan seekor anakan ular king kobra di kawasan Pemandian Air Panas 3D, Kelurahan Cikundul, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, menggegerkan warga setempat dan para pengunjung. Reptil mematikan dengan bisa tinggi tersebut ditemukan tengah berkeliaran bebas di area wisata pada Senin (8/6/2026) siang.

Sadar akan bahaya besar yang mengintai, warga yang berada di lokasi kejadian langsung melaporkan temuan mengerikan itu kepada petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Sukabumi.

Menerima laporan darurat tersebut, Tim Damkar langsung bergerak cepat meluncur ke lokasi untuk melakukan tindakan evakuasi guna mengantisipasi risiko fatal yang dapat mengancam keselamatan para pengunjung wisata.

Kepala Bidang Damkar pada Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kota Sukabumi, Ujang Rustandi, mengungkapkan bahwa laporan resmi dari masyarakat diterima pihaknya sekitar pukul 14.00 WIB. Begitu tim pencari tiba di lapangan untuk melakukan pengecekan fisik, petugas memastikan ular yang meresahkan tersebut adalah jenis king kobra.

"Awalnya warga melaporkan ada ular kobra. Ternyata setelah tim kita langsung di lokasi memang itu King Kobra," kata Ujang kepada sukabumiupdate.com, Selasa malam.

Baca Juga: Muatan Truk Terbakar di Pamuruyan Cibadak, Jalur Nasional Sempat Ditutup 20 Menit

Berdasarkan hasil pengamatan petugas di lapangan, ular sendok king kobra tersebut dipastikan masih berstatus anakan karena berusia sangat muda dan belum genap satu tahun.

Meskipun dimensinya masih kategori bayi dan relatif kecil untuk ukuran king kobra dewasa, Ujang menegaskan bahwa tingkat bahaya yang dibawa reptil ini sama sekali tidak boleh diremehkan. Anakan king kobra diketahui sudah memiliki racun bisa (venom) aktif yang dapat melumpuhkan dan merenggut nyawa manusia dalam waktu singkat.

"Cuma ya meskipun ukurannya masih kecil, kalau namanya sudah King Kobra tentu tingkat bahayanya sangat tinggi," ujar Ujang menambahkan.

Lebih lanjut Ujang menuturkan, fenomena kemunculan king kobra di wilayah perkotaan seperti Kota Sukabumi sebenarnya tergolong sangat tidak lazim. Hal ini dikarenakan kawasan kota bukan merupakan habitat asli atau tempat berkembang biak alami bagi jenis satwa liar tersebut.

Atas dasar analisis geografis itu, pihak Damkar menduga kuat bahwa anakan ular king kobra tersebut merupakan hewan peliharaan salah satu warga sekitar yang terlepas dari kandangnya.

"Di Kota Sukabumi enggak ada sebenarnya. Mungkin itu adalah hewan peliharaan yang lepas sehingga berkeliaran," tuturnya.

Baca Juga: Anak Kos Harus Tahu! Ini 6 Tips Mengatur Keuangan Agar Cukup Sampai Akhir Bulan

Setelah melalui proses penangkapan yang penuh kehati-hatian, ular tersebut akhirnya berhasil diamankan dan langsung dibawa ke Markas Komando Damkar Kota Sukabumi untuk mendapatkan penanganan sementara.

Rencananya, pihak petugas akan segera berkoordinasi untuk melepasliarkan kembali satwa berbisa tersebut ke lingkungan hutan liar yang jauh dari pemukiman dan sesuai dengan habitat aslinya.

Menutup keterangannya, Ujang memberikan imbauan sekaligus peringatan keras kepada masyarakat yang memiliki hobi memelihara satwa liar, khususnya jenis ular berbisa. Ia meminta para pemilik untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperketat sistem keamanan kandang peliharaan mereka, karena kelalaian kecil dalam menjaga hewan berbahaya dapat berakibat fatal bagi keselamatan masyarakat luas.

"Tolong bagi warga yang biasa memelihara satwa seperti ini, kalau memelihara itu jangan asal-asalan, harus ekstra hati-hati. Ingat, ini adalah hewan yang sangat berbahaya dan taruhannya bisa membahayakan nyawa orang lain jika sampai lepas," pungkas Ujang.

Berita Terkait
Berita Terkini