Jenazah PMI Asal Kota Sukabumi Masih Tertahan di Jeddah, DPRD Minta Pemerintah Bergerak

Sukabumiupdate.com
Jumat 24 Jul 2026, 19:50 WIB
Jenazah PMI Asal Kota Sukabumi Masih Tertahan di Jeddah, DPRD Minta Pemerintah Bergerak

Audiensi keluarga PMI asal Cikole yang meninggal di Jeddah, Arab Saudi bersama DPRD Kota Sukabumi. Jumat (24/7/2026). (Sumber Foto: SU/Asep Awaludin)

SUKABUMIUPDATE.com – Proses pemulangan jenazah Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, Evi Mentari (37), yang meninggal dunia di Jeddah, Arab Saudi, hingga kini masih terkendala biaya.

Jenazah Evi masih berada di salah satu rumah sakit di Jeddah setelah sebelumnya menjalani perawatan akibat penyakit yang dideritanya.

Keluarga belum dapat memulangkan jenazah karena biaya yang dibutuhkan diperkirakan mencapai Rp60 juta hingga Rp70 juta, jumlah yang tidak mampu dipenuhi.

Kabar meninggalnya Evi diterima keluarga di Sukabumi pada Sabtu (11/7/2026) dini hari. Hampir dua pekan berlalu, proses pemulangan belum juga terealisasi.

Persoalan ini akhirnya dibawa dalam audiensi bersama DPRD Kota Sukabumi pada Jumat (24/7/2026). Pertemuan tersebut mempertemukan keluarga Evi dengan sejumlah instansi terkait untuk mencari solusi percepatan pemulangan jenazah.

Baca Juga: Nestapa Evi PMI Sukabumi di Jeddah, Kabur dari Majikan karena Tak Digaji Kini Koma Akibat Tumor Otak

Dalam audiensi, dibahas berbagai kendala yang dihadapi, mulai dari persoalan administrasi, koordinasi dengan sponsor, hingga perlindungan hukum dan pendampingan bagi keluarga PMI.

Ketua DPRD Kota Sukabumi Wawan Juanda menegaskan, pihaknya akan mengawal penyelesaian kasus tersebut melalui koordinasi lintas sektor.

"Kami di DPRD berfungsi sebagai jembatan antara masyarakat dengan pemerintah. Kasus PMI ini menjadi perhatian serius. Kami minta Disnaker segera berkoordinasi dengan BP2MI dan Kemenlu, sementara DP3A memastikan ada pendampingan psikososial bagi keluarga," ujar Wawan.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Sukabumi, Punjul Saepul Hayat, mengatakan pihaknya telah mendata kasus tersebut dan akan segera menindaklanjutinya melalui jalur resmi kepada pemerintah pusat.

Di sisi lain, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Sukabumi menyatakan siap memberikan pendampingan kepada keluarga yang ditinggalkan.

Baca Juga: Tragedi 3 Anak Tewas Terbakar di Nyalindung, Pemkab Sukabumi akan Bangun Kembali Rumah Korban

Suami Korban Sempat Minta Bantuan Gubernur Dedi Mulyadi

Sebelumnya, suami korban, Erwin Susman (43), sempat meminta bantuan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) agar jenazah istrinya dapat segera dipulangkan ke Indonesia.

Dalam video yang diterima sukabumiupdate.com pada Jumat (17/7/2026), Erwin menyampaikan permohonan langsung kepada KDM. Saat itu, jenazah istrinya telah berada di Jeddah selama sepekan tanpa kepastian waktu pemulangan.

"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Perkenalkan nama saya Erwin Susman dari Kota Sukabumi. Saya mau minta tolong sama Bapak Gubernur, Bapak KDM, untuk membantu pemulangan istri saya yang berada di Jeddah, yang sekarang sudah meninggal dan jenazahnya masih ada di Jeddah. Sekarang sudah tujuh hari masih di Jeddah. Saya mohon bantuan Bapak Gubernur untuk membantu memulangkan jenazah istri saya ke Kota Sukabumi. Terima kasih," ujar Erwin dalam video tersebut.

Hingga saat ini, keluarga masih berharap adanya dukungan dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah agar seluruh proses administrasi dan pembiayaan dapat segera diselesaikan, sehingga jenazah Evi Mentari bisa dipulangkan ke Indonesia dan dimakamkan di kampung halamannya di Kota Sukabumi.

Berita Terkait
Berita Terkini