SUKABUMIUPDATE.com - Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Nusa Putra University berhasil lolos pendanaan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Tahun 2026 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Pendanaan tersebut diraih melalui program ESPOREJA (Eskalasi Pojok Literasi Melalui Self-Directed Learning untuk Meningkatkan Ketahanan Keluarga di Desa Wangunreja) yang akan dilaksanakan di Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi.
Program yang dipimpin Refa Hafsari itu berfokus pada penguatan literasi, ketahanan keluarga, pengembangan UMKM, dan peningkatan kecakapan hidup masyarakat melalui lima pojok literasi berbasis kearifan lokal Sunda.
Ketua Tim PPK Ormawa DPM Nusa Putra University, Refa Hafsari, mengatakan keberhasilan meraih pendanaan nasional menjadi bukti bahwa mahasiswa mampu menghadirkan solusi yang berangkat dari kebutuhan masyarakat.
"Lolosnya pendanaan PPK Ormawa 2026 menjadi bukti bahwa mahasiswa tidak hanya mampu berkontribusi di lingkungan kampus, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. Melalui ESPOREJA, kami ingin membangun budaya belajar yang berkelanjutan, memperkuat ketahanan keluarga, serta mendorong masyarakat Desa Wangunreja menjadi lebih mandiri dan produktif," ujar Refa, Jumat (5/6/2026).
Baca Juga: Mahasiswa Akuntansi Nusa Putra University Raih Best Profitability Strategy di IBPC 2026 Malaysia
Program ESPOREJA disusun setelah tim DPM Nusa Putra University melakukan survei, observasi, Focus Group Discussion (FGD), serta wawancara dengan perangkat desa, Karang Taruna, pelaku UMKM, dan masyarakat setempat. Dari proses tersebut, tim menemukan sejumlah persoalan, mulai dari rendahnya minat baca, minimnya ruang literasi nonformal, hingga belum optimalnya edukasi ketahanan keluarga dan pengembangan usaha masyarakat.
Sebagai solusi, tim menghadirkan lima pojok literasi bernama Ngaruwat Elmu, Ngulik Digital, Ngabina Kulawarga, Ngamumule Usaha, dan Ngawangun Diri. Kelima pojok tersebut dirancang sebagai pusat pembelajaran mandiri masyarakat yang mengintegrasikan literasi, keterampilan hidup, penguatan keluarga, dan pemberdayaan ekonomi.
Dosen pendamping program, Muhammad Muslih, menyebut ESPOREJA lahir dari proses pengkajian lapangan yang cukup panjang sehingga program yang disusun diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Program ESPOREJA lahir dari proses pengkajian lapangan yang cukup panjang. Kami berharap implementasi program ini tidak hanya menghasilkan luaran administratif, tetapi benar-benar memberikan dampak sosial yang dapat dirasakan masyarakat secara langsung dan berkelanjutan," katanya.
Program tersebut menargetkan pembentukan lima unit pojok literasi aktif yang melibatkan sedikitnya 100 peserta dari berbagai kelompok masyarakat. Selain itu, tim juga menargetkan peningkatan legalitas UMKM melalui Nomor Induk Berusaha (NIB), pembentukan kader lokal dari unsur Karang Taruna, hingga penyusunan Buku Putih Aspirasi Desa sebagai rekomendasi pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, Gia Yosep Gunawan dari Biro Kemahasiswaan Nusa Putra University menilai keberhasilan DPM memperoleh pendanaan PPK Ormawa menunjukkan kapasitas mahasiswa dalam merancang program pemberdayaan yang berdampak bagi masyarakat.
"PPK Ormawa merupakan salah satu program prestisius tingkat nasional yang mengukur kemampuan organisasi mahasiswa dalam memberdayakan masyarakat. Keberhasilan DPM Nusa Putra University menunjukkan bahwa mahasiswa NPU memiliki kepedulian sosial, kemampuan manajerial, serta kapasitas kepemimpinan yang baik. Kami berharap program ini dapat menjadi inspirasi bagi organisasi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan memberikan dampak positif bagi masyarakat," ungkapnya. (*)





