Dewan PDIP Bantu Lansia Sebatangkara Penghuni Rumah Reyot di Padaasih Sukabumi

Sukabumiupdate.com
Senin 27 Apr 2026, 11:38 WIB
Dewan PDIP Bantu Lansia Sebatangkara Penghuni Rumah Reyot di Padaasih Sukabumi

Dewan Sendi saat menyalurkan bantuan dari DPRD Provinsi Jabar, Jaenudin kepada lansia sebatangkara di Cisaat, Sukabumi. Senin (27/4/2026). (Sumber: Doktim)

SUKABUMIUPDATE.com — Di sebuah sudut Kampung Jambelaer, Desa Padaasih, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, seorang lansia bernama Mak Icah menjalani hari-harinya dalam kesunyian. Hidup sebatangkara, ia bertahan di rumah sederhana yang kondisinya memprihatinkan, jauh dari kata layak.

Di tengah keterbatasan itu, kepedulian akhirnya datang. Anggota DPRD Jawa Barat, Muhammad Jaenudin, menyalurkan bantuan bagi Mak Icah pada Senin (27/4/2026), sebagai bentuk perhatian terhadap warga yang membutuhkan uluran tangan.

Bantuan yang diberikan berupa paket sembako dan uang tunai untuk meringankan kebutuhan sehari-hari. Di lapangan, penyaluran bantuan diwakili oleh Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi PDIP, Sendi A. Maulana.

Tak hanya berhenti pada pemberian bantuan, langkah lanjutan pun segera diambil. Sendi mengungkapkan bahwa pihaknya langsung berkoordinasi dengan tenaga kesehatan setempat untuk memastikan kondisi Mak Icah.

Baca Juga: Hari Otonomi Daerah ke-30, Bupati Sukabumi Tekankan Pelayanan Publik dan Investasi

“Kami tadi sudah memanggil petugas puskesmas untuk mengecek kondisi kesehatannya. Selain itu, kami juga akan memastikan apakah Mak Icah sudah terdaftar dalam DTKS agar bisa mendapatkan bantuan langsung dari pemerintah,” ujar Sendi kepada sukabumiupdate.com.

Upaya tersebut menjadi titik awal penanganan yang lebih menyeluruh. Berdasarkan kesepakatan antara pihak keluarga serta pengurus RT dan RW setempat, Mak Icah direncanakan akan mendapatkan perawatan di panti asuhan agar kehidupannya lebih terjamin.

"Upaya ini diharapkan dapat memastikan kebutuhan dasar dan kesehatan Mak Icah terpenuhi, sekaligus memberikan lingkungan tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman," kata Sendi.

Kisah Mak Icah menjadi potret nyata bahwa di balik geliat pembangunan, masih ada warga yang membutuhkan perhatian bersama. Uluran tangan dan kepedulian menjadi harapan, agar mereka yang hidup dalam keterbatasan tidak lagi merasa sendiri.(adv)

Berita Terkait
Berita Terkini