SUKABUMIUPDATE.com — Satuan Lalu Lintas Polres Sukabumi Kota memberlakukan rekayasa arus lalu lintas menyusul proyek peningkatan kualitas jalan yang tengah dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Sukabumi.
Rekayasa lalu lintas tersebut diterapkan di sejumlah ruas strategis, yakni Jalan Gudang, Jalan A. Yani, dan Jalan Zaenal Zakse. Dalam skema yang diberlakukan, arus kendaraan di ketiga ruas tersebut diatur menjadi satu arah atau One-way guna mengurai potensi kepadatan selama proses pengerjaan berlangsung.
Kebijakan ini diambil sebagai respons atas proyek peningkatan jalan yang saat ini difokuskan di Jalan Gudang. Berdasarkan informasi dari DPUTR, pekerjaan tersebut mencakup peningkatan jalan sepanjang 230 meter dengan lebar 9,50 meter yang dilaksanakan pada tahun 2026.
Baca Juga: Longsor Maut di Sukalarang Sukabumi, Polisi Selidiki Kelayakan Bangunan Kos
Adapun tahapan pekerjaan meliputi pembongkaran jalan lama, rigid pavement (betonisasi), hingga flexible pavement atau lapisan aspal (AC-WC). Seluruh proses konstruksi diperkirakan berlangsung selama empat bulan, terhitung sejak 1 April hingga 31 Juli 2026.
Plt. Kasi Humas Polres Sukabumi Kota, IPDA Ade Ruli Bahtiarudin, mengatakan rekayasa lalu lintas ini bertujuan untuk menjaga kelancaran arus kendaraan sekaligus mendukung proses pembangunan.
“Kami dari Sat Lantas Polres Sukabumi Kota melakukan pengaturan dan rekayasa lalu lintas di sekitar lokasi pekerjaan untuk meminimalisir kemacetan serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna jalan,” ujar IPDA Ade, Jum'at (17/4/2026).
Baca Juga: Menyibak Ilalang, Warga Cibenda Hidupkan Kembali Curug Puncak Manik Sukabumi
Ia juga mengimbau kepada masyarakat agar mematuhi rambu-rambu lalu lintas serta mengikuti arahan petugas di lapangan.
“Kami mengajak seluruh pengguna jalan untuk tetap disiplin, mengikuti petunjuk yang ada, serta bersabar selama proses pengerjaan berlangsung demi kepentingan bersama,” tambahnya.
Polres Sukabumi Kota memastikan akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap kondisi arus lalu lintas selama proyek berjalan, guna mengantisipasi potensi kepadatan di sejumlah titik rawan.




