Susut Itu Ons, Kalau Kg Tak Wajar: Pemkab Sukabumi Benahi Pengasong Ikan Palabuhanratu

Sukabumiupdate.com
Selasa 07 Apr 2026, 14:18 WIB
Susut Itu Ons, Kalau Kg Tak Wajar: Pemkab Sukabumi Benahi Pengasong Ikan Palabuhanratu

Rapat pembenahan pedagang ikan dan bakul Palabuhanratu pasca viral konten wisatawan ditipu pengasong (Sumber: sukabumiupdate)

SUKABUMIUPDATE.com - Buntut viral di media sosial soal wisatawan yang membeli ikan laut di Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, namun mendapati berat tidak sesuai, mendapat respons cepat dari Pemerintah Daerah. Pemkab Sukabumi memanggil seluruh pihak terkait untuk langkah pembenahan termasuk pedagang dan pengasong ikan di kawasan TPI (Tempat Pelelangan Ikan) Palabuhanratu. 

Ini adalah respon dari konten viral di media sosial tentang pengakuan wisatawan yang membeli ikan seberat 2 kilogram dari pedagang asongan di pinggir jalan depan TPI Palabuhanratu. Namun setelah ditimbang ulang di rumah, berat ikan hanya mencapai sekitar 1 kilogram.

Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi bersama sejumlah stakeholder menggelar rapat koordinasi sebagai langkah pembenahan guna menjaga citra pariwisata daerah. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu (PPNP), Jalan Siliwangi, Kecamatan Palabuhanratu.

Baca Juga: Siap-siap Daftar Sekolah, Inilah Jadwal SPMB 2026 untuk SD, SMP, dan SMA di Jabar

Rapat dihadiri oleh Dinas Perikanan, Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Satuan Polisi Pamong Praja, PPN Palabuhanratu, Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), pemerintah kecamatan dan kelurahan, serta perwakilan pedagang ikan dan pengasong ikan atau bakul ikan Palabuhanratu.

​Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, mengatakan pihaknya melakukan klarifikasi langsung terkait kejadian yang viral tersebut. "Dari hasil konfirmasi, memang transaksi dilakukan di pinggir jalan antara pedagang dan wisatawan. Terkait adanya penyusutan berat ikan, itu bisa terjadi secara alami, namun dalam batas wajar, misalnya 1 hingga 2 ons. Tapi kalau 100 persen dari 2 kg jadi 1 kg, itu kemudian tidak wajar," kata Ali Iskandar.

Ali menegaskan, pihaknya akan memperkuat komitmen para pedagang, baik yang berjualan di lapak resmi maupun pedagang asongan, agar menjaga kejujuran dalam bertransaksi.

Baca Juga: 14 Istilah Anggota Tubuh Hewan dalam Bahasa Sunda, Pamatuk Soang

"Yang kemudian memastikan bahwa semua pedagang, baik yang di lapak maupun yang kemudian berada di pinggir jalan sebagai pedagang asongan, itu semuanya akan dikuatkan komitmennya untuk bersepakat bersama yang tergabung dalam ASPIBARA atau Asosiasi Pedagang Ikan dan Bakul Pelabuhanratu," ujarnya.

Ali mengungkapkan bahwa beberapa poin kesepakatan pun dihasilkan dalam rapat tersebut. Di antaranya, asosiasi Pedagang Ikan dan Bakul Pelabuhanratu diminta menjaga integritas dan memastikan kesesuaian antara barang yang dijual dengan yang diterima pembeli. 

Selain itu, kata Ali Iskandar, transaksi disarankan tidak lagi berbasis berat (kilogram), melainkan berdasarkan jumlah atau satuan ikan yang terlihat langsung oleh pembeli.

Baca Juga: Viral Puluhan Ribuan Motor Listrik MBG, BGN Akui Kendaraan Itu untuk Kepala SPPG

​"Dan kami ingin menyarankan, dan tadi sudah disepakati, bahwa ijab kabulnya bukan berdasarkan kiloan, tapi berdasarkan jumlah ataupun berdasarkan real setiap ikan yang ditampilkan. Kalau misalkan ditampilkannya hanya 2, 3, 4, maka kemudian transaksinya seperti itu," ucap Ali Iskandar.

"​Yang kedua juga mereka sepakat untuk kemudian tidak menjual ikan yang rusak atau memanipulasi ikan yang sebetulnya bukan ikan Kakap Merah tapi misalkan dia menjualnya ikan lain begitu," sambungnya.

Sebagai tindak lanjut, seluruh pedagang akan kembali dikumpulkan pada Jumat, 10 April 2026, untuk memperkuat komitmen bersama sekaligus melakukan aksi bersih-bersih lapak.

Baca Juga: Selama 16 Hari, 32.268 Kendaraan Melintas Jalur Fungsional Tol Bocimi Seksi 3

"Kebersihan ini penting, karena kondisi lapak yang tidak steril bisa mempengaruhi kualitas ikan. Padahal ikan yang awalnya bagus bisa jadi terlihat buruk," kata Ali.

Ke depan, Ali juga menyampaikan bahwa pihak PPN Palabuhanratu juga akan memasang papan informasi terkait ciri-ciri ikan segar dan layak konsumsi, serta imbauan kepada wisatawan agar lebih berhati-hati saat bertransaksi.

Ali berharap, pembenahan ini mampu meningkatkan kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke Palabuhanratu, tidak hanya untuk menikmati pemandangan dan aktivitas laut, tetapi juga saat berbelanja hasil laut.

Baca Juga: Terapkan WFH Setiap Jumat, Pemkab Sukabumi Tegaskan ASN Harus Tetap 'On Call'

"Kami ingin wisatawan tidak hanya datang untuk melihat dan beraktivitas, tetapi juga nyaman saat berbelanja. Dengan begitu, citra pariwisata Palabuhanratu tetap terjaga," pungkasnya.

Editor :
Berita Terkait
Berita Terkini