RLPPD 2025: Pemkab Sukabumi Perkuat Layanan Publik Lewat 67 Inovasi

Sukabumiupdate.com
Selasa 31 Mar 2026, 09:01 WIB
RLPPD 2025: Pemkab Sukabumi Perkuat Layanan Publik Lewat 67 Inovasi

Bupati Sukabumi Asep Japar dan Wakil Bupati Sukabumi Andreas | Foto : Istimewa

SUKABUMIUPDATE.com — Pemerintah Kabupaten Sukabumi terus memperkuat kualitas layanan publik melalui berbagai terobosan inovatif. Dalam Ringkasan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (RLPPD) Tahun 2025, tercatat sebanyak 67 inovasi daerah telah dikembangkan oleh perangkat daerah hingga tingkat kecamatan.

Beragam inovasi tersebut lahir dari kebutuhan riil masyarakat serta dinamika pelayanan publik yang menuntut kecepatan, efisiensi, dan transparansi. Pemerintah daerah menilai inovasi menjadi kunci dalam meningkatkan kinerja birokrasi sekaligus menjawab tantangan pembangunan daerah.

Di sektor kebencanaan, inovasi ARMOS (Automated Rainfall Monitoring System) dikembangkan sebagai sistem peringatan dini banjir dan longsor. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat serta mempercepat respons pemerintah dalam menghadapi potensi bencana.

Sementara itu, sektor pertanian menghadirkan sejumlah inovasi seperti Jampe Jampe Harupat untuk penyediaan pakan ternak, Tapasibe (Tanam Padi Sistem Bedengan) yang lebih efisien dan ramah lingkungan, hingga Kalkulator Pertanian (Kaltani) yang membantu petani dalam menghitung kebutuhan sarana produksi secara tepat.

Dalam penguatan tata kelola pemerintahan desa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa meluncurkan aplikasi Sidesa Berdasi yang terintegrasi dari desa hingga kabupaten. Inovasi ini memudahkan pengelolaan data, meningkatkan transparansi, serta mempercepat pengambilan keputusan.

Baca Juga: 2 Prajurit TNI Kembali Gugur Saat Misi Perdamaian di Lebanon

Di bidang administrasi kependudukan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil menghadirkan program “Pake Seragam Putih Abu” yang menyasar pelajar untuk percepatan pembuatan dokumen kependudukan. Selain itu, layanan Adminduk Go Healthy memberikan kemudahan bagi warga sakit, lansia, dan penyandang disabilitas untuk mendapatkan pelayanan tanpa harus datang langsung ke kantor.

Upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat juga diperkuat melalui inovasi Dasi Kuning dari Dinas Kesehatan, yang fokus pada penurunan angka stunting dan gizi buruk. Program lain seperti Ketupat Lebaran turut mendorong kesadaran remaja putri dalam menjaga kesehatan melalui konsumsi tablet tambah darah secara rutin.

Di sisi perencanaan pembangunan, Bappelitbangda menghadirkan platform digital “Inspirasi Sukabumi” dan “Jemari Sukabumi” guna memperkuat ekosistem riset dan inovasi berbasis data. Selain itu, penerapan Indeks Inovasi Perangkat Daerah (IIPD) menjadi instrumen penting dalam mengukur dan mendorong kinerja inovasi di setiap perangkat daerah.

Sektor perizinan juga mengalami transformasi melalui inovasi Link Satu dan Silaut Kidul yang mempermudah proses perizinan secara digital. Layanan ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi waktu, mengurangi biaya, serta memberikan kepastian bagi pelaku usaha.

Tak hanya di tingkat kabupaten, inovasi juga berkembang hingga tingkat kecamatan, seperti pelayanan jemput bola administrasi kependudukan, digitalisasi arsip, hingga program berbasis masyarakat untuk penanganan stunting dan pengelolaan lingkungan.

Secara umum, inovasi daerah Kabupaten Sukabumi tahun 2025 didominasi oleh pemanfaatan teknologi digital, kolaborasi lintas sektor, serta pendekatan pelayanan yang lebih inklusif. Pemerintah Kabupaten Sukabumi berharap, berbagai inovasi ini dapat terus dikembangkan guna meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat daya saing daerah, serta mendorong kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (adv)

Sumber: Bapperida Kabupaten Sukabumi

Berita Terkait
Berita Terkini