Ibu Tiri NS: Isu di Medsos Digoreng, Padahal Anak Sudah Kritis

Sukabumiupdate.com
Sabtu 21 Feb 2026, 14:50 WIB
Ibu Tiri NS: Isu di Medsos Digoreng, Padahal Anak Sudah Kritis

Prosesi pemakaman NS (13), warga Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi yang meninggal dunia dengan sejumlah luka di tubuhnya. (Sumber : SU/Ragil Gilang)

SUKABUMIUPDATE.com – TR, ibu tiri NS, menyampaikan keberatannya atas berbagai spekulasi dan tudingan yang beredar di media sosial terkait meninggalnya anak tersebut. Ia menilai informasi yang berkembang telah menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Menurut TR, kabar yang beredar bermula dari video kondisi korban yang dikirim oleh ayahnya kepada salah satu guru mengaji sebelum adanya penjelasan medis yang jelas mengenai penyakit yang diderita NS.

“Itu mungkin karena sebelum adanya diagnosa kanker darah itu, bapaknya langsung video langsung dikirim ke pak Ustad guru ngajinya, diteruskan lagi ke H Isep, nah H Isep langsung dateng langsung interogasi anak untuk ngaku itu, ini, padahal anak sudah dalam keadaan kritis, jadi kalau menurut saya mamah-mamah (ucapan anak) kalau menurut saya karena manggil saja biar saya yang menjelaskan. Nah belum ada apa-apa langsung diupload termasuk sama pak H Isep dishare di grup akhirnya sama netizen diigoreng seperti itu,” ujarnya.

Baca Juga: Fakta Baru Kematian NS: Ditemukan Penyakit Kronis di Paru-Paru, Polisi Tunggu Hasil Lab

TR juga menanggapi isu yang menyebut adanya konflik dalam keluarga. Ia mengakui memang pernah terjadi pertengkaran, namun menurutnya hal tersebut merupakan hal biasa dalam hubungan orang tua dan anak.

“Oh iya itu memang bertengkar, tapi bertengkar anak-anak namanya anak-anak udah biasa bukan sekali itu aja dan akhirnya tetep baikan lagi,” katanya.

Ia pun membantah keras tudingan adanya penganiayaan terhadap NS. TR mengaku telah merawat anak tersebut sejak duduk di bangku sekolah dasar.

“Tidak! Saya tidak pernah seperti yang dituduhkan itu, kalau saya seperti itu mungkin anak itu sudah meninggal dari dulu, anak itu diurus sama saya dari kelas tiga SD, sampai kemarin saya yang ngurus semuanya mulai pendidikannya dari tidak bisa baca, tidak bisa ngaji saya yang ngurus, saya yang nyebokin saya yang nyuciin bajunya jadi saya tahu perkembangan anak ini semuanya saya tahu,” tegasnya.

Baca Juga: RSUD Jampangkulon Ungkap Kondisi NS Saat Masuk IGD: Infeksi Berat dan Dirawat di ICU

TR juga menepis kabar yang menyebut adanya kekerasan pada tahun 2025. “Nggak, maksudnya itu pas mau berangkat ke sekolah itu tidak benar ada kekerasan seperti itu,” ujarnya.

Selain itu, ia menjelaskan bahwa pada hari kejadian NS sempat dibawa ke RSUD Jampangkulon bersama dirinya dan ayah korban.

“Jadi kan hari Kamis itu dibawa ke RSUD Jampangkulon, pagi sama saya sama bapaknya, kalau keterangan dari rumah sakit itu kebetulan yang mendampingi almarhum itu kan bapaknya, kalau saya sibuk di bagian pendaftaran jadi saya nggak tahu yang disampaikannya,” katanya.
Terkait penyebab meninggalnya NS, TR menyebut informasi yang diterimanya mengarah pada kondisi sakit.

“Iya itu sakit saja, sakit panas, kalau kemarin dari pak Surahman yang di BAP di Polsek itu tapi tidak memberikan bukti otentiknya hanya melihat dari Hp kalau anak itu didagnosa kanker darah, Leukimia autoimun, jadi pure sakit. Kalaupun ada kulit yang melepuh itu akibat dari panas dalam karena kanker darah itu, itu juga informasi dari saksi yang kemarin,” jelasnya.

Baca Juga: Kondisi Terkini, Penjual Kopi di Jampangtengah yang Sakit dan Terancam Terusir dari Kontrakan

Atas berbagai tudingan yang berkembang, TR mengaku memilih bersikap pasrah dan berharap kebenaran dapat terungkap.

“Kalau saya pasrah saja, Allah yang maha tahu, kalau memang ini membuat anak saya tenang ya apa boleh buat, kalau aturan manusia kan bisa dirubah dan dibuat, kalau aturan Allah kan nggak bisa, jadi saya pasrah saja ya mudah-mudahan saja ada keajaiban mudah-mudahan kebenaran bisa diperlihatkan,” tutupnya.

Berita Terkait
Berita Terkini