SUKABUMIUPDATE.com - Kementerian Agama (Kemenag) dijadwalkan akan menggelar Sidang Isbat penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah pada Kamis (19/3/2026) esok. Sidang ini akan menjadi penentu resmi jatuhnya hari raya Idulfitri atau Lebaran 2026 berdasarkan kombinasi metode hisab dan rukyatul hilal.
Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Kemenag, Thobib Al Asyhar, menjelaskan bahwa terdapat dua kemungkinan hasil penetapan Lebaran tahun ini bagi pemerintah.
“Apakah jatuh pada 20 Maret, yang berarti bersamaan dengan Muhammadiyah, atau 21 Maret melalui istikmal (penyempurnaan bulan Ramadan menjadi 30 hari),” kata Thobib dikutip dari tempo.co, Rabu (18/3/2026).
Sidang Isbat merupakan mekanisme resmi negara untuk memberikan kepastian ibadah bagi umat Islam. Kemenag telah menyebar tim pemantau hilal di 117 titik strategis di seluruh wilayah Indonesia. Hasil pengamatan lapangan ini nantinya akan disandingkan dengan data astronomi (hisab) sebelum diambil keputusan dalam sidang tertutup yang dihadiri ormas Islam dan pakar astronomi.
Baca Juga: Libur Lebaran 2026, Pemprov Jabar Beri Diskon Pajak Kendaraan 10 Persen
Thobib mengingatkan meski masih ada kemungkinan perbedaan penetapan hari Lebaran, masyarakat harus tetap menjaga toleransi dan kerukunan.
“Jika hasilnya berbeda, harapannya umat tetap menjaga toleransi dan kerukunan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti momentum perayaan keagamaan yang berdekatan dengan Hari Raya Nyepi. Menurut dia, perayaan hari besar keagamaan seharusnya tetap menjunjung nilai-nilai kemuliaan agama, termasuk sikap saling menghormati.
“Kesemarakan perayaan hendaknya tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kemuliaan agama, yaitu saling memahami,” kata Thobib.
Sebagai informasi, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah sebelumnya telah menetapkan bahwa 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Jumat Legi, 20 Maret 2026. Penetapan tersebut didasarkan pada metode Hisab Hakiki Wujudul Hilal yang merujuk pada Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).
Sumber: Tempo.co
