Siang Terik Picu Kebakaran Hutan di Sukabumi, Api Hanguskan Lahan 2.000 m²

Sukabumiupdate.com
Rabu 18 Mar 2026, 21:56 WIB
Siang Terik Picu Kebakaran Hutan di Sukabumi, Api Hanguskan Lahan 2.000 m²

Potret kebakaran hutan yang terjadi di Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi. Rabu (18/3/2026). (Sumber: Istimewa)

SUKABUMIUPDATE.com – Siang yang terik di Cireunghas, Sukabumi, berubah mencekam setelah kebakaran hutan dilaporkan terjadi di Kampung Lio, Rabu (18/3/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Api membakar lahan cukup luas sebelum akhirnya berhasil dipadamkan.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui setelah warga melaporkan adanya api yang membakar kawasan hutan di wilayah Jalan Lio Tegalpanjang. Saat kejadian, kondisi cuaca di lokasi dilaporkan cukup panas.

Api dengan cepat menyebar dan membakar lahan hutan seluas kurang lebih 2.000 meter persegi. Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih belum diketahui.

Warga bersama pihak terkait berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Berkat upaya tersebut, kebakaran berhasil dikendalikan sebelum meluas ke area lain.

Baca Juga: Memiliki Kepribadian Kritis, Sosok Andrie Yunus Aktivis Kontras di Mata SMAN 1 Cicurug Sukabumi

Berdasarkan data cuaca terkini, kondisi di wilayah Kabupaten Sukabumi saat ini terpantau cerah dengan suhu udara sekitar 28 derajat Celsius, arah angin dari barat laut dengan kecepatan 1 km/jam, serta tingkat kelembapan 63 persen.

Meski demikian, masyarakat tetap diimbau untuk waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Berdasarkan peringatan dini, wilayah Sukabumi masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang.

Sementara itu, petugas terus melakukan pemantauan wilayah melalui berbagai kanal, termasuk grup komunikasi kebencanaan, media sosial, serta jaringan radio. Selain itu, pemantauan titik rawan bencana juga dilakukan melalui aplikasi InaRisk, InaSafe, dan InaWare milik BNPB.

Petugas juga secara rutin menerima dan menyebarkan informasi peringatan dini cuaca serta gempa bumi melalui berbagai sistem, termasuk aplikasi BMKG dan Warning Receiver System (WRS).

Seluruh kejadian bencana yang terjadi terus dicatat, diolah, dan direkap sebagai bagian dari upaya mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di wilayah Kabupaten Sukabumi.

Berita Terkait
Berita Terkini