SUKABUMIUPDATE.com - Puluhan kader Posyandu di Desa Mekarjaya, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, masih menunggu kejelasan pencairan insentif yang hingga kini belum mereka terima. Kondisi ini bahkan berdampak pada terhentinya sementara kegiatan Posyandu di desa tersebut.
Salah seorang kader Posyandu yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, pihaknya sudah beberapa kali mendatangi kantor desa untuk menanyakan kejelasan insentif yang dijanjikan cair pada awal Januari 2026.
"Kemarin sudah dipanggil ke kantor desa lagi. Katanya mau ada perubahan rekomendasi. Insya Allah dari minggu pertama Januari, tapi sampai sekarang belum ada," ujarnya, pada Selasa (27/1/2026).
Menurutnya, seluruh kader sempat datang langsung ke kantor desa untuk mempertanyakan hal tersebut. Namun pada pertemuan berikutnya, hanya ketua kader yang dipanggil pihak desa.
"Sudah sekali semua datang. Terus yang kedua kalinya hanya ketuanya saja yang dipanggil. Hasilnya katanya mau ada perubahan dulu. Tapi sampai sekarang belum ada juga," katanya.
Baca Juga: Nomor WhatsApp Penipuan Mengatasnamakan Kadistan Sukabumi Aep Majmudin
Ia menjelaskan, selama ini kader Posyandu menerima insentif sebesar Rp100 ribu per bulan yang biasanya disalurkan setiap empat bulan sekali, sehingga totalnya Rp400 ribu sekali pencairan.
"Biasanya 4 bulan sekali cair, 400 ribu. Sekarang mungkin sudah 8 bulan, kalau dihitung sampai Januari bisa 9 bulan. Berarti sekitar 900 ribu per orang," jelasnya.
Di Desa Mekarjaya sendiri terdapat 20 kader Posyandu yang tersebar di empat Posyandu. Akibat belum cairnya insentif tersebut, para kader sepakat menghentikan sementara kegiatan Posyandu.
"Kami kompak dengan bidan desa. Jadi bukan mogok, tapi sebelum insentif tersalurkan kami tidak mengadakan Posyandu dulu," ucap dia.
Ia juga menyampaikan bahwa selama Januari 2026, tidak ada kegiatan Posyandu yang berjalan di Desa Mekarjaya. "Bulan Januari ini belum ada kegiatan," katanya.
Padahal, lanjut dia, pada Februari mendatang seharusnya sudah ada agenda penting Posyandu, salah satunya pembagian obat cacing bagi balita.
Baca Juga: Kinerja Pemkot Sukabumi: 20 Indikator Tercapai 100%, IPM dan PAD Terus Naik
"Kalau harus sweeping ke rumah-rumah itu capek. Harapan kami sih kembali normal seperti dulu, penyaluran lancar 4 bulan sekali. Mudah-mudahan sebelum Februari sudah tersalurkan," harapnya.
Ia menegaskan, berdasarkan kesepakatan bersama para kader, kegiatan Posyandu baru akan kembali dilaksanakan setelah insentif mereka dibayarkan. "Karena kesepakatan kader, kalau misalkan insentif belum tersalurkan, berarti kami belum bisa mengadakan Posyandu," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Warungkiara, Hudirimi, mengatakan penghentian sementara layanan Posyandu tersebut berdampak terhadap pendataan dan pemantauan kesehatan anak, balita, serta ibu hamil.
"Untuk sementara kami mengalihkan pemeriksaan, baik Posyandu maupun pelayanan kesehatan, ke rumah bidan desa sebagai bentuk solusi dan upaya sementara yang kita lakukan. Saya berharap permasalahan ini segera selesai," singkatnya.
Hingga berita ini diterbitkan, sukabumiupdate.com telah berupaya mengonfirmasi pihak Pemerintah Desa Mekarjaya dan pihak kecamatan Warungkiara terkait belum cairnya insentif kader Posyandu, namun belum mendapatkan jawaban resmi.






