Jatung Geopark Ciletuh Banjir, Warga Mandrajaya Sukabumi Dievakuasi Dengan Perahu Karet

Sukabumiupdate.com
Kamis 15 Jan 2026, 16:33 WIB
Jatung Geopark Ciletuh Banjir, Warga Mandrajaya Sukabumi Dievakuasi Dengan Perahu Karet

Warga dievakuasi dengan perahu karet dampak banjir sungai ciletuh di Mandrajaya Kabupaten Sukabumi (Sumber: dok warga)

SUKABUMIUPDATE.com - Hujan dengan intensitas tinggi dan durasi yang cukup lama kembali mengakibatkan banjir rendam sebagian wilayah Desa Mandrajaya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, salah satu Kawasan di jantung Geopark Ciletuh. Banjir menyebabkan akses jalan tertutup serta lahan pertanian dan permukiman warga terendam air.

Berdasarkan informasi warga, banjir merendam sejumlah dusun, di antaranya Citangkil dan Dusun Ciawet. Luapan air dipicu oleh naiknya debit Sungai Ciletuh sejak Kamis dini hari (15/1/2026), seiring hujan yang turun terus-menerus serta kondisi air laut Cikadal yang sedang pasang.

“Air sungai Ciletuh mulai naik sejak dini hari. Hujan dari kemarin sampai sekarang tidak berhenti, ditambah air laut pasang, akhirnya sungai meluap,” ujar Hamdan (38 tahun), warga Kampung Bantarpanjang, Dusun Citangkil.

Baca Juga: Lapdek Back To Ruang Publik: Wali Kota Sukabumi Sebut PKL Bisa Jualan di 3 Lokasi

Hamdan menjelaskan, banjir kali ini merupakan yang keempat terjadi dalam sepekan terakhir. Luapan air sungai merendam jalan desa, lahan pertanian, hingga masuk ke permukiman warga dengan cukup parah.

Ketinggian air di lahan sawah sekitar dua meter. Kalau di permukiman bervariasi, mulai dari 50 sampai 60 sentimeter, bahkan ada yang sampai satu meter,” katanya.

Akibat banjir tersebut, sekitar 10 hektare lahan sawah milik warga terendam, terancam gagal panen. Kampung Bantarpanjang sendiri dihuni sekitar 40 kepala keluarga (KK) dan berada di wilayah cekungan sehingga kerap terkepung banjir.

Baca Juga: Potensi Bencana Hidrometeorologi, Disdik Sukabumi Imbau Sekolah Terapkan KBM Situasional

Memang kampung kami letaknya di tengah-tengah, jadi kalau banjir ya terkepung semua. Kondisi seperti ini sudah tahunan, bisa dibilang langganan banjir,” tambah Hamdan.

Tadi siang, sejumlah warga sempat dievakuasi menggunakan perahu karet oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, bersama Forkopimcam, Pemdes, Tagana dan P2BK. Hingga sore hari, hujan mulai reda dan air perlahan berangsur surut.

Warga berharap adanya penanganan jangka panjang dari pemerintah agar banjir yang rutin terjadi setiap musim hujan tidak terus berulang dan merugikan masyarakat, khususnya para petani.

 

Editor :
Berita Terkait
Berita Terkini