SUKABUMIUPDATE.com – Kepanikan melanda warga Kampung Kuta Mekar, Kelurahan Palabuhanratu, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, pada Minggu (11/1/2026) sekitar pukul 14.05 WIB. Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut memicu jebolnya Tembok Penahan Tanah (TPT) sebuah perumahan, hingga mengirimkan material lumpur ke arah permukiman warga.
Dalam rekaman video amatir warga, terlihat detik-detik mencekam saat material longsoran meluncur sangat cepat dari area perumahan yang berada di posisi lebih tinggi.
Terjangan lumpur tersebut seketika menghancurkan sebuah saung semi permanen milik warga yang berada tepat di jalur aliran longsor. Beruntung tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini.
Salah seorang warga Kampung Kuta Mekar, Deni (27 tahun), menyebutkan bahwa area tersebut sebelumnya merupakan lahan perkebunan yang aman dari bencana. Namun, kondisi berubah sejak area tersebut dikembangkan menjadi kawasan perumahan.
"Iya, di atasnya itu perumahan. Dulunya kebun, sebelum dibikin perumahan belum pernah kejadian seperti ini," ujar Deni pada sukabumiupdate.com melalui sambungan telepon.
Baca Juga: Jangan Paksakan Diri! Jalur Bagbagan–Kiaradua Tertutup Longsor, Polisi: Gunakan Jalur Alternatif
Deni menduga struktur pondasi pagar pembatas perumahan tidak cukup kuat menahan beban air hujan karena berdiri di atas tanah urukan yang labil.
"Pagarnya itu pondasinya tanah urukan. Alhamdulillah sudah ada komunikasi dengan pihak perumahan, informasinya mereka akan menurunkan alat berat," katanya.
Untuk mengantisipasi dampak lebih lanjut, warga setempat langsung melakukan penanganan darurat secara gotong royong. "Tadi warga dari RW 10, RW 09, dan RW 15 Gunung Sumping gotong royong supaya aliran air bisa lancar dan tidak meluas," tambah Deni.
Baca Juga: Pemukiman Kebanjiran, Sungai Cidolog dan Cilangkob Sukabumi Meluap Rendam Jalan Provinsi
Sementara itu, Kasi Trantib Kecamatan Palabuhanratu, Mahbubillah, mengonfirmasi bahwa pemicu utama longsor adalah intensitas hujan lebat yang berlangsung lama.
“Hujan yang berlangsung cukup lama mengakibatkan pagar pembatas perumahan longsor dengan tinggi sekitar 10 meter dan mengancam permukiman warga,” jelas Mahbubillah.
Selain saung yang hancur, terdapat tiga unit kolam ikan milik warga yang tertimbun total akibat kejadian ini. Pihak kecamatan pun mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat curah hujan di wilayah Palabuhanratu masih cukup tinggi.
"Kami mengimbau warga yang berada di sekitar lokasi agar tetap waspada, terutama saat hujan turun dengan intensitas tinggi. Jika melihat tanda-tanda pergerakan tanah atau retakan, segera melapor kepada aparat setempat dan mengamankan diri ke tempat yang lebih aman," tandasnya.




