29 Januari 2024, Toserba Tiara Sukabumi Resmi Tutup Permanen

29 Januari 2024, Toserba Tiara Sukabumi Resmi Tutup Permanen

Kondisi Toserba Tiara di Jalan Ahmad Yani Kota Sukabumi pada Senin (29/1/2024). | Foto: SU/Asep Awaludin

SUKABUMIUPDATE.com - Setelah diskon besar-besaran, Toserba Tiara resmi tutup permanen pada Senin (29/1/2024). Pantauan sekira pukul 11.00 WIB, pintu masuk pusat perbelanjaan di Jalan Ahmad Yani Kota Sukabumi ini ditutup dan seluruh barang tidak ada.

Human Resource Development (HRD) Toserba Tiara Rini Herniati membenarkan kabar penutupan itu. "Iya kita sudah tutup, cuma kalau untuk aktivitas masih ada pekerjaan. Jadi untuk operasional toko itu sudah tutup per hari ini," kata dia kepada sukabumiupdate.com, Senin.

Rini mengatakan faktor utama ditutupnya Toserba Tiara adalah kondisi perusahaan yang tidak mungkin dipertahankan. "Kondisinya sudah tidak memungkinkan dengan omzet yang semakin menurun. Tidak menutup biaya yang harus kita keluarkan. Berat buat kita,” ujarnya.

Baca Juga: Tiara Toserba Resmi Tutup, Ini 7 Rekomendasi Tempat Belanja di Sukabumi!

Terkait barang-barang yang awalnya dijual, Rini menyebut sudah dikosongkan sejak clearance sale atau penjualan semua persediaan barang dengan cepat pada 22 Januari 2024. “Sudah kosong. Kita kan kemarin clearance sale ya jadi sudah dikosongkan semuanya,” kata Rini.

Sebelumnya viral kabar yang menyatakan Toserba Tiara akan berhenti beroperasi mulai 15 Januari 2024 sehingga ada pelelangan barang-barang dengan diskon mulai 30 persen sampai 70 persen.

Rini telah membantah kabar itu dan menyatakan informasi diskon besar-besaran tidak berasal dari pihak manajemen. Meski di sisi lain, Rini mengakui sejak tiga tahun terakhir omzet Toserba Tiara menurun dan berencana melakukan penutupan. Keputusan penutupan pun dilakukan hari ini.

Baca Juga: Toserba Tiara Sukabumi: Dulu Pension Tjipellang dan Hotel Merdeka yang Cukup Dikenal

Berita Terkini
Ilustrasi - Demokrasi dibahas di atas meja sarapan. (Sumber : AI/Gemini).

Kocaknya Negeri Ini

Obrolan santai di meja sarapan membahas fenomena demonstrasi mahasiswa, penggunaan almamater dalam aksi, serta perbedaan antara gerakan yang lahir dari keresahan dan kerumunan yang diduga terbentuk karena kepentingan tertentu.

30 Okt 2026, 14:20 WIB