Perang Geng Motor di Sukabumi Tewaskan Mamad, Polisi Tetapkan 10 Tersangka

Rabu 06 Desember 2023, 19:15 WIB
3 tersangka kasus perang antarkelompok bermotor yang tewaskan Mamad di Bojonggenteng Sukabumi. (Sumber : SU/Ilyas)

3 tersangka kasus perang antarkelompok bermotor yang tewaskan Mamad di Bojonggenteng Sukabumi. (Sumber : SU/Ilyas)

SUKABUMIUPDATE.com - Sepuluh orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus perang antar kelompok bermotor di Lapang Sepak Bola Kampung Pakuwon Rt. 005/001 Desa Cibodas Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi, Selasa dinihari 14 November 2023 sekitar pukul 01.30 WIB. Peristiwa berdarah ini menewaskan MA alias Mamad (18 tahun).

Dari 10 orang tersebut, tiga diantaranya yang bertanggungjawab atas kematian Mamad. Mereka adalah I (19 tahun), R (20 tahun), dan L (18 tahun).

I dan R merupakan pelaku utama pengeroyokan kepada korban. I membacok dada korban, sedangkan R membacok tangan kiri dan perut korban. Adapun peran L adalah melakukan perjanjian perang lewat media sosial Instagram dengan I. Perang ini melibatkan dua geng motor Parungkuda Street yang dipimpin I dengan Warbu Street yang dipimpin L.

"Motifnya adalah dari para pelaku dengan korban ini ada ajakan untuk menantang atau berperang. Pada saat kejadian korban ini yang mungkin karena tidak sigap sehingga berhasil terkena sabetan, terjatuh dan kemudian dibacok berkali-kali oleh para pelaku (I dan R)," kata Kapolres Sukabumi AKBP Maruly Pardede kepada awak media, Rabu (6/12/2023).

Baca Juga: Mamad Tewas dalam Perang Sajam dan Bom Molotov di Bojonggenteng Sukabumi

Maruly mengungkapkan, tujuh orang tersangka lainnya merupakan anak di bawah umur, mereka kini sudah ditetapkan jadi anak berhadapan dengan hukum (ABH).

"Proses penyidikannya (untuk 7 ABH) berbeda. Yang itu bersifat tertutup dan waktunya lebih cepat. Sekarang sudah dilimpahkan perkara, tersangkanya serta barang buktinya ke Pengadilan Negeri untuk dilakukan sidang secara tertutup," jelas Maruly.

Adapun terhadap ketiga tersangka dewasa, lanjut Maruly, beberapa pasal yang akan diterapkan, termasuk Pasal 338 KUHPidana, Pasal 170 ayat 2 ketiga e KUHPidana, Pasal 351 ayat 3 KUHPidana, dan Pasal 358 ke-2e KUHPidana, serta Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Darurat Nomor 12 tahun 1951. Ancaman pidana berkisar antara 7 hingga 15 tahun penjara.

"Pelaku dewasa, khususnya ketiga orang tersebut, akan dikenakan pasal-pasal tersebut. Sementara untuk pelaku anak di bawah umur, Undang-Undang Peradilan Anak yang akan diterapkan," tandasnya.

Kemudian alat bukti dan barang bukti yang berhasil diamankan dalam kasus ini, yakni surat visum et refertum, keterangan saksi/anak berhadapan dengan hukum (ABH), keterangan tersangka, serta 3 sajam jenis celurit dengan ukuran berbeda.

AYO! main games di Sukabumi Update Games
Follow Berita Sukabumi Update di Google News
Simak breaking news Sukabumi dan sekitarnya langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita SukabumiUpdate.com WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaXv5ii0LKZ6hTzB9V2W. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
Berita Terkait
Berita Terkini
Sukabumi19 Juli 2024, 23:32 WIB

Identitas Wanita Korban Tabrak Lari di Parungkuda Sukabumi Terungkap

Keluarga korban tabrak lari di Parungkuda Sukabumi berharap polisi bisa menangkap pelaku.
Polisi saat olah TKP kasus kecelakaan yang menewaskan seorang wanita usai disambar mobil di Jalan Raya Sukabumi-Bogor, Parungkuda Sukabumi. (Sumber Foto : Istimewa)
Nasional19 Juli 2024, 22:41 WIB

Wanita Sukabumi Ini Ditangkap Bareskrim Karena Terlibat Kasus Scam Online Internasional

Berikut peran dari Wanita Sukabumi yang ditangkap Bareskrim Polri saat pulang kampung karena terlibat kasus Scam Online Internasional Jaringan Dubai.
Kasubdit II Dittipidsiber Bareskrim Polri Kombes Alfis Suhaili saat konpers terkait penangkapan wanita Sukabumi tersangka scam online internasional di Gedung Bareskrim, Jakarta Selatan, Jumat (19/7/2024). (Sumber : Humas Polri)
Sehat19 Juli 2024, 21:44 WIB

BPA pada Kemasan Air Minum Dilarang, Uni Eropa Resmi Terapkan Akhir 2024

Sebanyak 27 negara maju yang bergabung dalam Uni Eropa tegas menyatakan, BPA sudah tidak boleh lagi digunakan mulai akhir tahun 2024.
(Foto Ilustrasi) Uni Eropa mengeluarkan aturan terkait penggunaan BPA pada kemasan galon isi ulang. | Foto: Istimewa
Life19 Juli 2024, 21:00 WIB

10 Cara Mendidik Anak ADHD dengan Pola Pengasuhan yang Efektif dan Tepat

Beberapa pengasuhan yang tepat untuk mendidik anak ADHD adalah solusi yang bisa dilakukan.
Ilustrasi - Beberapa pengasuhan yang tepat untuk mendidik anak ADHD adalah solusi yang bisa dilakukan. (Sumber : unsplash.com/@Séan Gorman)
Sukabumi19 Juli 2024, 20:53 WIB

Resmi Jadi Kapolres Sukabumi Kota, Ini Pesan AKBP Rita Suwadi

Kedatangan AKBP Rita Suwadi sebagai Kapolres Sukabumi Kota baru disambut polisi cilik dan tradisi pedang pora.
Tradisi pedang pora sambut kedatangan AKBP Rita Suwadi sebagai Kapolres Sukabumi Kota yang baru. (Sumber : Istimewa)
DPRD Kab. Sukabumi19 Juli 2024, 20:32 WIB

Harapan Anggota DPRD Sukabumi Terkait Penyelenggaraan Healthy Cities Summit 2024

Harapan dan pesan Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, Badri Suhendi terkait penyelenggaraan event HCS 2024 pada 28-31 Juli 2024 mendatang.
Badri Suhendi, Anggota Komisi I DPRD Fraksi Demokrat Kabupaten Sukabumi | Foto: dok setwan
Sukabumi19 Juli 2024, 20:00 WIB

Terekam CCTV, Wanita Tanpa Identitas Tewas Ditabrak Lari Mobil di Parungkuda Sukabumi

Berikut keterangan Polisi terkait insiden wanita tanpa identitas tewas ditabrak lari mobil saat menyeberang jalan di Parungkuda Sukabumi.
Wanita tanpa identitas jadi korban tabrak lari mobil di Jalan Raya Sukabumi-Bogor tepatnya di Parungkuda Sukabumi. (Sumber Foto: Tangkapan layar CCTV/Istimewa)
Life19 Juli 2024, 20:00 WIB

5 Ciri Kamu Sebenarnya Adalah Orang Baik Jika Dilihat dari Kebiasaan Sehari-hari

Menilai apakah seseorang adalah orang baik bisa dilihat dari kebiasaan sehari-hari mereka.
Ilustrasi - Menilai apakah seseorang adalah orang baik bisa dilihat dari kebiasaan sehari-hari mereka. (Sumber : Freepik.com)
Nasional19 Juli 2024, 19:35 WIB

Kronologi Helikopter Jatuh di Bali Diduga akibat Terlilit Tali Layangan

Berikut kronologi dan kondisi penumpang helikopter wisata yang jatuh di Bali. Kecelakaan ini diduga akibat baling-baling terlilit tali layangan.
Helikopter jatuh tidak lama lepas landas dari Helipad GWK, Bali pada Jumat (19/7/2024) pukul 14.33 WIB. (Sumber : Istimewa)
Sehat19 Juli 2024, 19:00 WIB

Tak Hanya Susu Saja, Ini 8 Makanan yang Dapat Membantu Memperkuat Tulang

Makanan sangat berpengaruh dalam membantu menjaga kesehatan tulang.
Ilustrasi Salmon  - Makanan sangat berpengaruh dalam membantu menjaga kesehatan tulang. (Sumber : pexels.com/Valeria Boltneva)