TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
bankbjb

Warga Resah, Pengendara Motor Diserang di Jalan Selabintana Sukabumi

Dalam video berdurasi 25 detik terlihat beberapa pria menghadang pengguna kendaraan roda dua. Pengendar dikeroyok hingga terjatuh ke pinggir jalan, dan terus diserang oleh kelompok pelaku.

Penulis
Senin 28 Nov 2022, 23:07 WIB

Tangkapan layar video dugaan keributan antara pengendara motor dengan sekelompok orang terjadi di Jalan Selabintana, tepatnya di Kampung Cisarua Girang, Desa Warnasari, Kecamatan Sukabumi, Kabupaten Sukabumi.

SUKABUMIUPDATE.com - Beredar video dugaan keributan antara pengendara motor dengan sekelompok orang terjadi di Jalan Selabintana, Sukabumi. Tepatnya di Kampung Cisarua Girang, Desa Warnasari, Kecamatan Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, pada Minggu 27 November 2022 sekitar pukul 20.00 WIB.

Dalam video berdurasi 25 detik terlihat beberapa pria menghadang pengguna kendaraan roda dua. Pengendar dikeroyok hingga terjatuh ke pinggir jalan, dan terus diserang oleh kelompok pelaku.

Saksi mata di lokasi kejadian UN (30 tahun) mengatakan, kejadian tersebut berawal saat kendaraan motor matic jenis Yamaha Mio melaju dari arah Selabintana menuju Kota Sukabumi. Tiba-tiba ada sekelompok orang yang menghadangnya.

Baca Juga: Geng Motor Penyerang Pemuda di Lamping Sukabumi Ditangkap!

"Yang di motor berdua, dari arah atas (Selabintana) di cegat oleh 8 orang, yang mukulin 4 orang. Jadi yang menghadangnya itu orang-orang yang turun dari mobil angkot," kata UN.

Menurut dia, saat kejadian keributan itu sepeda motor yang ditumpangi dua orang didorong oleh sekelompok orang tersebut hingga terjatuh.

"Korbannya 2 tapi ngelawan, udah dipukulin balik mengejar ke bawah, katanya ada yang dapat satu langsung di bawa sama polisi. Kejadiannya 5 menit ada gak lama, tapi ga lihat ada sajam atau yang memakai atribut geng motor," jelasnya.

Baca Juga: Buru Geng Motor di Sukabumi! Polisi Sebar Whatsapp dan Akun Medsos Lapor Cepat

Warga lain berinisial S (45 tahun) mengaku resah atas adanya peristiwa tersebut. Padahal lokasi itu menjadi salah satu tempat untuknya mencari nafkah.

“Merasa terganggu, nggak nyaman. Namanya tukang jualan pengennya lebih safety (aman) ngaruh juga ke pembeli. Sekarang kalau ada keributan kan yang beli juga gimana ya,” ujarnya.


Editor
Halaman :
Berita Terkait
BERITA TERPOPULER
Berita Terkini
x