SUKABUMIUPDATE.com - Secara harfiah Hikikomori dapat diartikan sebagai “menarik diri atau mengurung diri” Fenomena ini biasanya terjadi dikalangan remaja atau pada orang dewasa muda.
Beberapa ciri orang Hikikomori secara umum adalah banyak menghabiskan waktu mereka di dalam rumah dan sangat jarang keluar. Mereka sering menghindari situasi sosial atau tidak tertarik dengan perkumpulan yang melibatkan banyak orang.
Biasanya mereka, minimal mengurung diri di dalam rumah selama enam bulan berturut-turut bisa disebut sebagai hikikomori.
Baca Juga :
Dilansir dari @belajarwibu, Hikikomori tidak dapat terjadi begitu saja pada seseorang, karena ada juga orang yang merasa jenuh jika hanya berdiam diri dirumah.
A. Penyebab Hikikomori
Ilustrasi Bulliying - (Unsplash)Penyebab dari Hikikomori ini bisa bermacam-macam, diantaranya dapat disebabkan;
1. Bisa karena kehidupan di dunia game lebih menyenangkan daripada kehidupan dunia nyata. Tak sedikit dari hikikomori adalah gamers yang luar biasa.
2. Bisa karena pernah merasakan sakit hati yang mendalam sehingga membuat dirinya trauma. Maka, mereka lebih memilih menghindari sesuatu yang dapat memicu trauma tersebut kambuh.
3. Bisa jadi penyebabnya adalah karena orang tua yang melarang mereka untuk pergi keluar atau juga karena lingkungan.
Hikikomori bukan hanya orang yang diam dirumah karena tidak ada kerjaan atau malas bersekolah, tapi bisa jadi karena ada tekanan mental yang tidak kita ketahui.
B. Hikikomori tidak Keren!
Beberapa orang sering mengaku dirinya hikikomori karena menganggap itu keren, seperti halnya tokoh utama anime yang banyak diantaranya merupakan seorang hikikomori. Hikikomori biasa dipahami sebagai orang yang mengurung diri dikamarnya.
Mengurung diri ini bukan karena terpaksa WFH, akan tetapi karena mereka merasa jika berada di kamar atau dirumah itu lebih baik daripada keluar rumah.
Bukan hanya berbulan-bulan, bahkan selamanya pun untuk selalu berada di tempat ternyamannya itu. Hal ini tidak menjadi masalah jika selama kebutuhan hidupnya terpenuhi.
Seperti dijelaskan sebelumnya, Fenomena ini salah satunya diakibatkan karena mereka memiliki sebuah trauma atau suatu kondisi yang membuat mereka enggan untuk keluar dan bertemu orang lain. Namun, menghindari masalah bukanlah suatu hal yang baik!
C. Hikikomori Tak Selalu Buruk
Hikikomori untuk Mengembangkan diri - (Unsplash)Namun, menjadi Hikikomori juga tak selalu buruk. Jika mengurung diri bisa menjadikan kita lebih mengembankan diri. Misalkan menjadi seorang Master Games, atau menjadi ahli dalam perkembangan teknologi dan masih banyak lagi hal yang dapat dikembangkan di rumah.
Terlebih kondisi pandemi seperti saat ini, setiap orang terpaksa melatih diri untuk menjadi Hikikomori untuk menghindari diri dari paparan virus corona.
