Adu Banteng di Jalan Sukabumi-Sagaranten, Dua Orang Luka Masuk RS

Sukabumiupdate.com
Minggu 13 Sep 2026, 20:40 WIB
Adu Banteng di Jalan Sukabumi-Sagaranten, Dua Orang Luka Masuk RS

Kendaraan yang terlibat kecelakaan di jalan provinsi ruas Sukabumi-Sagaranten, tepatnya di Kampung Cigadog, depan SMKN 1 Sagaranten, Desa/Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, Minggu (13/9/2026). | Foto: Istimewa

SUKABUMIUPDATE.com - Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor Honda Scoopy dan mobil boks terjadi di jalan provinsi ruas Sukabumi-Sagaranten, tepatnya di Kampung Cigadog, depan SMKN 1 Sagaranten, Desa/Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, Minggu (13/9/2026) sekira pukul 17.00 WIB.

Kedua kendaraan terlibat tabrakan secara berhadapan atau adu banteng. Akibatnya, masing-masing satu orang dari sepeda motor dan mobil boks mengalami luka. Keduanya kemudian dilarikan ke RSUD Sagaranten untuk mendapatkan penanganan medis.

Warga setempat, AA (36 tahun), mengatakan sepeda motor Honda Scoopy melaju dari arah Sagaranten, sedangkan mobil boks datang dari arah Sukabumi. "Keduanya bertabrakan," kata dia kepada sukabumiupdate.com.

Baca Juga: Dua Pelajar SMP Meninggal Dunia, Polisi Selidiki Kecelakaan di Cikembar Sukabumi: 2 Honda Beat Diamankan

AA tidak mengetahui kronologi pasti karena saat melintas tabrakan sudah terjadi. Namun berdasarkan informasi yang diterimanya, kecelakaan diduga terjadi ketika mobil boks hendak mendahului kendaraan di depannya. Tetapi pada saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju sepeda motor. "Satu korban dari sepeda motor dan satu orang dari mobil boks. Keduanya dibawa ke RSUD Sagaranten," kata dia.

Pascakejadian, petugas Polsek Sagaranten melakukan penanganan di lokasi sekaligus mengatur arus lalu lintas. Kapolsek Sagaranten AKP A Suryana B membenarkan soal kecelakaan ini. "Iya, benar. Korban saat ini ditangani tim medis RSUD Sagaranten," ujarnya.

Suryana memastikan kecelakaan tersebut tidak menimbulkan korban meninggal dunia. Hingga kini, polisi masih melakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab pastinya.
"Tidak ada yang meninggal dunia (MD)," lanjut dia.

Berita Terkait
Berita Terkini