TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
bankbjb

Mengenal Emergency Food Product: 4 Jenis Pangan Darurat untuk Korban Bencana

bisa menjadi panduan bagi dermawan yang ingin membantu para penyintas bencana di Cianjur dan Sukabumi.

Penulis
Selasa 22 Nov 2022, 18:25 WIB

MRE dibuat dengan kombinasi jenis pangan yang dikemas dalam satu wadah ringan, sehingga mudah didistribusikan terutama kondisi tempur. MRE dikemas dalam kemasan khusus yang tertutup rapat dan tidak terekspos udara seperti retort pouch.

Sebagai ransum tempur, MRE perlu dikembangkan guna memberikan dukungan gizi tentara saat melakukan tugas tempur dengan baik; dimana sulitnya kondisi normal logistik pangan di medan tempur. Sehingga selain harus aman dan bergizi, ransum MRE juga harus memenuhi kriteria yang dibutuhkan yaitu kuat, awet, dan bermutu. 

3. Camping Pouch Product

Produk Camping Pouch Product dikemas dalam kemasan alumunium foil dan memiliki umur simpan sekitar dua tahun pada suhu ruang. Camping Pouch Product  merupakan pangan hasil freeze drying sehingga membutuhkan tambahan air panas atau air dingin untuk dapat dikonsumsi.

Setiap kemasan Camping Pouch Product selalu disemprot dengan nitrogen untuk memperpanjang umur simpan dan mencegah deteriorasi. Persentase makronutrien untuk mencegah deteriorasi didominasi oleh lemak (40-50%). 

4. Long Shelf Life Food Supply

Sama seperti Camping Pouch Product, Produk Long Shelf Life Food Supply termasuk hasil freeze drying yang dikemas di dalam double-enameled can.Produk Long Shelf Life Food Supply disemprot dengan nitrogen sehingga memiliki umur simpan yang sangat tinggi sekitar 10-15 tahun atau lebih.

Long Shelf Life Food Supply tersedia dalam bentuk Ready reserves dan Alpine aire.

Perbedaannya terletak pada komposisi penyusun meskipun kedua jenis produk memiliki kandungan energi yang sama per kemasannya.

Seperti namanya “darurat”, pangan darurat adalah produk pangan yang penggunaannya didesain untuk situasi emergency/darurat. Pangan darurat mampu memenuhi kebutuhan gizi harian manusia (2100 kkal) dan dapat dikonsumsi secara langsung oleh para korban bencana.


Editor
Halaman :
BERITA TERPOPULER
Berita Terkini
x