Mahasiswa Internasional Nusa Putra University Revolusi Pembiasaan Bahasa Inggris di SMP Plus Luqmanul Hakim

Sukabumiupdate.com
Kamis 23 Jul 2026, 16:46 WIB
Mahasiswa Internasional Nusa Putra University Revolusi Pembiasaan Bahasa Inggris di SMP Plus Luqmanul Hakim

3 mahasiswa internasional Nusa Putra University berfoto bersama siswa/siswi SMP Plus Luqmanul Hakim usai mengajarkan bahasa inggris. (Sumber Foto: Istimewa)

SUKABUMIUPDATE.com – Nusa Putra University menghadirkan mahasiswa internasional dari berbagai negara untuk mendampingi guru dan siswa SMP Plus Luqmanul Hakim, Kabupaten Sukabumi, dalam membangun budaya berbahasa Inggris melalui Program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Program ini dirancang untuk membiasakan penggunaan Bahasa Inggris dalam aktivitas sehari-hari sehingga proses belajar menjadi lebih alami, komunikatif, dan menyenangkan.

Program tersebut tidak sekadar mengajarkan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran, melainkan mendorong terbentuknya English Habituation Movement atau gerakan pembiasaan berbahasa Inggris di lingkungan sekolah.

Melalui program ini, Bahasa Inggris tidak hanya digunakan di dalam kelas, tetapi menjadi bagian dari komunikasi sehari-hari antara guru, siswa, dan mahasiswa internasional yang terlibat dalam kegiatan KKN.

Para mahasiswa internasional ditugaskan untuk berinteraksi secara langsung menggunakan Bahasa Inggris dengan guru maupun siswa, termasuk mereka yang belum memiliki kemampuan berbahasa Inggris.

Dengan pendekatan yang komunikatif dan humanis, para mahasiswa mengajak peserta didik belajar melalui percakapan sederhana, permainan edukatif, bahasa tubuh, hingga berbagai aktivitas sehari-hari yang menyenangkan.

Baca Juga: Unit Layanan Zakat Kabupaten Sukabumi Resmi Hadir di Ponpes Mahasiswa Raudhatul Irfan Nusa Putra University

Kalimat-kalimat sederhana seperti "Good Morning", "How are you today?", hingga "See you tomorrow" diharapkan menjadi kebiasaan baru yang tumbuh di lingkungan SMP Plus Luqmanul Hakim.

Ketua Pelaksana KKN Nusa Putra University, Dr. Agus Hendriyanto, mengatakan program tersebut merupakan bentuk nyata internasionalisasi pendidikan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

“Kami memiliki keyakinan bahwa internasionalisasi pendidikan tidak boleh berhenti di lingkungan kampus. Dunia harus hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui Program ini, kami ingin menghadirkan pengalaman belajar bertaraf internasional tanpa harus pergi ke luar negeri. Guru dan siswa dapat belajar langsung dari mahasiswa internasional melalui interaksi sehari-hari yang menyenangkan,” ujar Agus, Kamis (23/7/2026).

Menurut Agus, penguasaan Bahasa Inggris tidak cukup hanya melalui pembelajaran formal di ruang kelas. Pembiasaan dan keberanian berkomunikasi menjadi kunci utama dalam membangun kompetensi global generasi muda.

“Program ini sengaja kami desain untuk menghilangkan ketakutan dalam belajar Bahasa Inggris. Kami tidak meminta guru dan siswa untuk langsung fasih, tetapi kami ingin membangun keberanian mereka untuk berbicara. Tidak masalah salah, yang penting berani mencoba. Ketika budaya berbahasa Inggris mulai tumbuh di sekolah, maka sesungguhnya kita sedang mempersiapkan generasi yang siap menjadi warga dunia,” tuturnya.

Lebih jauh, program ini menjadi implementasi visi Nusa Putra University dalam menghadirkan pendidikan yang berdampak (Impactful Education) melalui kolaborasi global yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Baca Juga: Program Studi Magister Manajemen Nusa Putra University Raih Akreditasi Unggul

Sementara itu, Kepala SMP Plus Luqmanul Hakim, Satria Nurrajab Tanoejiwa, S.Pd., mengapresiasi kolaborasi yang dibangun bersama Nusa Putra University.

“Kami merasa terhormat menjadi bagian dari program KKN Nusa Putra University. Kehadiran mahasiswa internasional memberikan pengalaman belajar yang sangat berharga bagi guru dan siswa kami. Mereka tidak hanya belajar Bahasa Inggris, tetapi juga belajar tentang keberagaman budaya, keberanian berkomunikasi, dan pentingnya memiliki wawasan global,” ujarnya.

Menurutnya, pendekatan pembiasaan berbahasa Inggris sangat relevan dengan kebutuhan pendidikan masa depan.

“Kami berharap Bahasa Inggris tidak lagi dianggap sebagai mata pelajaran yang sulit dan menakutkan. Melalui pembiasaan sehari-hari, kami optimistis budaya berbahasa Inggris dapat tumbuh di lingkungan sekolah. Ini merupakan langkah kecil yang akan memberikan dampak besar bagi masa depan peserta didik kami,” katanya.

Program KKN ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 10 tentang Pengurangan Kesenjangan, dan SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Melalui program tersebut, Nusa Putra University menegaskan bahwa internasionalisasi pendidikan bukan hanya menghadirkan mahasiswa asing di kampus, tetapi juga menghadirkan pengalaman global yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. (*)

Berita Terkait
Berita Terkini