3 Aturan Beli MinyaKita Terbaru Februari 2023, Penjualan di Pengecer Dibatasi

Senin 13 Februari 2023, 09:15 WIB
Aturan Beli MinyaKita Terbaru Februari 2023 (Sumber : YouTube/@Kementerian Perdagangan)

Aturan Beli MinyaKita Terbaru Februari 2023 (Sumber : YouTube/@Kementerian Perdagangan)

SUKABUMIUPDATE.com - Usai Penemuan Timbunan MinyaKita, regulasi produk besutan pemerintah ini kemudian diperbarui. Pasalnya, polemik kelangkaan minyak goreng selalu menyorot perhatian publik mengingat fungsinya yang cukup signifikan di tingkatan rumah tangga.

Kelangkaan MinyaKita sebelumnya disebutkan karena ada program biodiesel B35 yang dianggap Menteri Perdagangan atau Mendag Zulkifli Hasan alias Zulhas menyedot bahan baku produksi minyak goreng.

Bahkan ditengah kelangkaan tersebut Mendag Zulhan menemukan 515 ton stok MinyaKita yang diproduksi pada Desember 2022 di gudang penyimpanan PT Bina Karya Prima. Akibatnya, Kementerian Perdagangan melarang penjualan minyak goreng subsidi MinyaKita secara online, dari ecommerce atau media sosial.

Baca Juga: Heboh Kartu Iuran SD di Ciracap Sukabumi, Begini Penjelasan Sekolah dan Disdik

Melansir dari purwokerto.suara.com (portal suara.com), aturan terbaru pembelian Minyakita diterbitkan oleh kementerian dan lembaga terkait untuk menjamin ketersediaannya bagi setiap orang yang membutuhkan.

Jika sebelumnya regulasi batas pembelian Minyakita mengatur setiap orang bisa membeli 10 kilogram Minyakita per hari, maka saat ini konsumen hanya diperbolehkan membeli 2 liter/hari per orang.

Aturan Beli MinyaKita Terbaru ini disampaikan oleh Plt Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kasan Kemendag.

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengatakan pembatasan tersebut dilakukan agar dapat mengontrol pasokan minyak Minyakita di pasar. Regulasi ini tentu mendapat sejumlah pro dan kontra dari masyarakat karena penurunan batasnya yang sangat besar.

Baca Juga: Tampil Lebih PD Tanpa Perut Buncit, Ini 4 Tips untuk Mengecilkan Lemak Tubuh

Tiga Poin Aturan Beli MinyaKita Terbaru yang Wajib Jadi Perhatian

Dalam kebijakan terbaru disebutkan beberapa poin yang wajib menjadi perhatian dari produsen, distributor, hingga pengecer. Adapun poin ini diterapkan agar menjamin keadilan untuk semua pihak.

1. Harga Eceran Tertinggi (HET) MinyaKita

Poin pertama, terkait dengan harga jual dari minyak goreng rakyat. HET yang telah ditetapkan harus ditaati oleh setiap penjualan. Untuk minyak goreng kemasan HET-nya adalah Rp14.000 per liter, dan minyak curah seharga Rp15.500 per kilogram.

Lebih lanjut, Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN), Veri Anggrijono juga memberikan peringatan kepada pelaku usaha yang menjual Minyakita melalui media sosial dengan harga melebihi HET akan dikenakan sanksi administratif. 

Sanksi tersebut berdasarkan ketentuan Pasal 80 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 80 Tahun 2019 dan Pasal 23 Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 49 Tahun 2022. 

Veri mengatakan akan bekerja sama juga dengan pemerintah daerah setempat agar harga Minyakita bisa segera turun menjadi Rp14.000 per liter sesuai HET.

2. Penjualan Produk MinyaKita Tidak Boleh Sistem Bundling

Poin kedua, penjualan minyak goreng dilarang dijual dengan sistem bundling dengan produk lainnya. Jadi pada dasarnya, minyak goreng rakyat harus dijual sebagai produk tersendiri.

Baca Juga: Kenapa Namanya Sukabumi? Sebelum Like Earth Kekinian, Ini Cerita Historis Kota Mochi!

3. Penjualan Produk MinyaKita oleh Pengecer

Poin ketiga, penjualan minyak goreng rakyat oleh pengecer pada konsumen paling banyak 10 kilogram per orang per hari untuk minyak goreng curah, dan 2 liter per orang per hari untuk minyak goreng kemasan Minyakita.

Tiga poin tersebut dikeluarkan untuk menunjang kebijakan terbaru yang dikeluarkan ini. Kebijakan lain juga dikeluarkan Kemendag, dengan menghentikan penjualan minyak goreng rakyat secara online.

Oleh karena itu, dalam beberapa waktu ke depan, minyak goreng rakyat hanya dijual di pasar rakyat secara fisik, bukan secara online. Hal ini berlaku untuk minyak goreng curah dan minyak goreng kemasan MinyaKita.

Diketahui, Direktorat PKTN bahkan telah melakukan pengawasan intensif terhadap produksi dan penjualan.

Mendag Zulhas mengungkapkan, bahwa berdasarkan pengawasan tersebut terdapat 6.678 tautan berisi konten penjualan MinyaKita diturunkan (take down) akibat melanggar aturan.

Kemudian telah ditahan 937 karton atau 11.246 liter dari beberapa pelaku usaha yang menjual melalui media sosial seperti Facebook dan Instagram. 

Zulhas menjelaskan pengawasan tersebut dilakukan karena semakin banyaknya pelaku usaha yang tidak menaati aturan yang ditetapkan, sehingga menyebabkan ketersediaan Minyakita berkurang. Selain itu, harganya juga melebihi batas harga eceran tertinggi (HET), yaitu Rp 14.000 per liter. 

Sumber: purwokerto.suara.com (Portal Suara.com)

Follow Berita Sukabumi Update di Google News
Berita Terkait
Berita Terkini
Sukabumi04 Maret 2024, 08:03 WIB

Dinsos Fokus Tangani Kemiskinan dan Tingkatkan Kesejahteraan Warga Kota Sukabumi

Isu sosial merupakan masalah yang kompleks masing-masing negara dan di daerah.
Dinsos Kota Sukabumi menggelar FPD untuk penyusunan RKPD tahun 2025 di Hotel Fresh, Jumat, 1 Maret 2024. | Foto: Dokpim Kota Sukabumi
Life04 Maret 2024, 08:00 WIB

Menebak Kepribadian Seseorang Berdasarkan Konten yang Disukainya di Medsos

Cara menebak kepribadian seseorang berdasarkan konten yang disukainya di media sosial bisa menjadi trik untuk mencari tahu karakter asli orang lain meskipun hal tersebut tidak akurat 100 persen
Ilustrasi - Menebak Kepribadian Seseorang Berdasarkan Konten yang Disukainya di Medsos (Sumber : Freepik/@freepik)
Gadget04 Maret 2024, 07:53 WIB

Ahmad Syahroni: PAN Sukabumi Butuh Sosok Bernyali untuk Nakhodai Partai

Fungsionaris DPD PAN Kabupaten Sukabumi, Ahmad Syahroni memberikan tanggapan, menurutnya untuk kedepan PAN Kabupaten Sukabumi membutuhkan sosok kepemimpinan yang berani, punya nyali tinggi untuk kemajuan partai dan memiliki jejaring dan diterima semua kal
Faizal Akbar Awaludin, Bendahara DPD PAN Kabupaten Sukabumi / Caleg Terpilih DPRD Kabupaten Sukabumi 2024-2029 | Foto : Ist
Sukabumi04 Maret 2024, 07:52 WIB

FPD Diskumindag: Pengembangan Koperasi hingga Ekonomi Kreatif di Kota Sukabumi

FPD ini untuk mewujudkan keselarasan antara rencana dan implementasi program.
Diskumindag Kota Sukabumi menggelar FPD pada Jumat, 1 Maret 2024 di Hotel Balcony. | Foto: Dokpim Kota Sukabumi
Kecantikan04 Maret 2024, 07:00 WIB

6 Cara Menghilangkan Bekas Luka di Kulit yang Mudah Dicoba!

Berikut ini cara menghilangkan bekas luka yang mudah dilakukan di rumah
Ilustrasi - 6 Cara Menghilangkan Bekas Luka di Kulit yang Mudah Dicoba! (Sumber : Freepik/freepik)
Food & Travel04 Maret 2024, 06:00 WIB

Resep Kolak Pisang Yogurt, Takjil Tanpa Santan Cegah Gula Darah Naik!

Intip Resep Kolak Pisang Yogurt, Takjil Tanpa Santan Ini Cegah Gula Darah Naik!
Ilustrasi. Resep Kolak Pisang Yogurt, Takjil Tanpa Santan Cegah Gula Darah Naik! (Sumber : Instagram/@guniezzt)
Science04 Maret 2024, 05:30 WIB

Prakiraan Cuaca Jabar 4 Maret 2024, Masih Berpotensi Hujan di Awal Pekan

Prakiraan cuaca hari ini wilayah Jawa Barat termasuk Sukabumi dan sekitarnya 4 Maret 2024
Ilustrasi. Prakiraan cuaca hari ini wilayah Jawa Barat termasuk Sukabumi dan sekitarnya 4 Maret 2024 (Sumber : Unplash/Gabriel Garcia Marengo)
Life04 Maret 2024, 05:00 WIB

8 Amalan yang Dianjurkan untuk Umat Muslim Menjelang Ramadan

Melakukan amalan-amalan baik jelang Ramadhan dapat mendatangkan keberkahan dan pahala dari Allah SWT.
Ilustrasi - Melakukan amalan-amalan baik jelang Ramadhan dapat mendatangkan keberkahan dan pahala dari Allah SWT. (Sumber : Freepik.com)
Sukabumi Memilih03 Maret 2024, 23:08 WIB

Suara PSI di Sukabumi Menggelembung, Sirekap KPU Berbeda dengan C1 TPS

Perolehan suara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) antara Sirekap KPU dengan formulir model C1 Plano terjadi perbedan di sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kabupaten Sukabumi.
Suara PSI menggelembung di Sukabumi tidak sesuai dengan C1 yang diunggah di website KPU | Foto : Capture web KPU
Life03 Maret 2024, 21:00 WIB

9 Cara Membantu Orang yang Memiliki Luka Batin, Jadilah Lebih Peduli

Berikut ini beberapa cara membantu orang yang memiliki luka batin agar segera sembuh
Ilustrasi - 9 Cara Membantu Orang yang Memiliki Luka Batin, Jadilah Lebih Peduli (Sumber : Freepik/freepik)