SUKABUMIUPDATE.com - Cecep Mansur selaku Plt. Kepala Disdik dan Kebudayaan Kota Sukabumi usai membuka kegiatan In House Training di SMP Negeri 13, mengatakan setiap sekolah diminta segera membuka pembelajaran tatap muka karena telah terbitnya surat edaran Wali Kota mengenai PPKM Level 3.
“Pertama, kami mengharapkan proses pembelajaran di era Covid-19 bisa memiliki rencana yang bagus selama satu tahun ke depan. Sehingga perencanaan-perencanaan ini persiapannya akan lebih matang lagi dengan adanya IHT (In House Training),” kata Cecep Mansur dikutip dari akun medsos Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Sukabumi, Jumat 3 September 2021.
Selain itu, yang tidak kalah penting lanjut Cecep, adalah kesiapan orang tua dan murid dalam mengikuti sekolah tatap muka yang akan segera dilaksanakan. Pelaksanaan sekolah di masa seperti sekarang, tentu harus ada kerja sama antara orang tua dan guru di sekolah dalam menjaga kesehatan anak dengan tegas menerapkan prokes.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan atau Disdik, Cecep Mansur berharap pembelajaran tatap muka bisa merata mulai 7 September. - (FB/Diskominfo Kota Sukabumi)</span“Persiapan sekolah tatap muka, dengan adanya surat edaran Wali Kota maka seluruh sekolah yang ada di wilayah Kota Sukabumi untuk mempersiapkan diri dan segera melaksanakan belajar tatap muka. Diharapkan mulai minggu depan sudah merata bisa melakukan pembelajaran tatap muka,” tambah Cecep.
Salah satu sekolah di Kota Sukabumi yang menyatakan siap memulai tatap muka terbatas pada 7 September 2021, adalah SDN/CBM Gunungpuyuh. Hal ini diungkapkan orang tua siswa di sekolah yang berada di jalan Bhayangkara ini kepada sukabumiupdate.com, Sabtu (4/9/2021).
"Tadi ada rapat sekolah dan orang tua siswa. Hasilnya uji coba tatap muka terbatas mulai Selasa 7 September," jelas Fitriansyah, salah satu orang tua siswa di SDN Gunungpuyuh.
Menurutnya, sekolah tatap muka hanya 50 persen dari jumlah murid di dalam kelas. Dibagi dua jadwal pagi dan siang, masih masing dua jam belajar per hari.
"Siswa wajib prokes, tatap muka Senin hingga Sabtu. Per kelas dibagi 2 shift, pagi jam 07.15 hingga 09.15 wib, siang 10.00 hingga 12.00 wib. Gantian besoknya yang pagi jadi siang dan sebaliknya, " jelasnya.
Menurutnya pihak sekolah juga memberikan kesempatan untuk siswa dan orang tua yang belum siap tatap muka, tetap pembelajaran jarak jauh, dengan membuat surat pernyataan di atas materai.
"Komite Sekolah dan sekolah telah menyediakan satgas setiap harinya," tegasnya.
