Pembangunan GICC di Cicatih Mangkrak, Disperkim: Akan Selesai Tahun Depan

Rabu 17 Juli 2019, 07:38 WIB

SUKABUMIUPDATE.com - Pembangunan Gedung Islamic Center Cicurug (GICC), tepatnya di Kampung Cicatih, Desa Bangbayang, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, molor dan hingga kini belum terlihat ada aktifitas pembangunan.    

BACA JUGA: Disperkim Kabupaten Sukabumi Anggarkan Rp 3 M Lanjutkan Pembangunan GICC

Pantauan sukabumiupdate.com, GICC terlihat kumuh, di sekeliling lokasi itu dipenuhi tumbuhan liar yang tingginya mencapai satu meter, serta genangan air berwarna hijau kehitaman.

Informasi dihimpun, pembangunan ini ditargetkan rampung pada tahun ini. Hal itu disampaikan Bupati Sukabumi, Marwan Hamami pada 2018. Karena sempat terbentur persoalan anggaran proses pembangunan GICC sempat mangkrak. 

Hingga akhirnya, Dinas Perumahan Rakyat dan Permukiman (Perkim) menijau lokasi pada Januari 2019 lalu, serta mengusulkan pembangunan tersebut akan dilanjutkan tahun 2019, dengan menggunakan anggara APBD sebesar Rp 3 miliyar. Namun hingga saat ini belum terlihat kontraktor yang bertugas di area lokasi pembangunan. 

Warga sekitar, Yeni Yulistiawati (40 tahun) mengatakan, sepanjang 2019 ini belum terlihat ada aktifitas pembangunan. Dan kondisi bangunan yang berada tak jauh dari rumahnya itu masih seperti sediakala, saat terhenti pembangunan itu. 

BACA JUGA: Disperkim Kabupaten Sukabumi Bakal Garap Taman Kota Tenjo Resmi

"Sampai saat ini belum ada yang ngerjain lagi. Ada dua tahun ga ada perkerja," ujarnya kepada sukabumiupdate.com, Selasa (16/07/2019) kemarin.

Menurutnya jika pembangunan GICC terus diabaikan khawatir bisa menyebabkan penyakit, karena banyak tumbuhan liar dan genangan air. 

"Enggak terurus tempatnya, bisa jadi sarang penyakit di situ. Mudah-mudahan pemerintah segera membersihkan GICC, demi nyamanan dan keamanan bersama. Apalagi tempat itu sering dipakai tidur orang gila, setidaknya ketika tidak ada pembangunan bersihin dong," tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkim Kabupaten Sukabumi, Dedi Chardiman mengungkapkan, pembangunan GICC dalam waktu dekat pembangunan akan kembali dilanjutkan. "Insya Allah, itu kan untuk kegiatan dan pembangunan strategis, tahun ini akan kembali dikerjakan," kata Dedi.

Lanjut Dedi, dari hitungan teknis yang ada saat ini, dana untuk pembangunan GICC tidak mencukupi, untuk itu pihaknya sudah melakukan imput data agar pembangunan bisa diselesaikan di tahun berikutnya. 

"Saat ini minimal ada niatan untuk melanjutkan pembangunan GICC itu. Kebijakan dari pimpinan untuk menyelesaikan sesuai dengan kemampuan. Nah kita sudah mengimput, tahun ini juga tidak akan selesai, mudah-mudahan akan selesai tahun depan," tandasnya.

Follow Berita Sukabumi Update di Google News
Editor :
Berita Terkini
Opini24 Mei 2024, 15:02 WIB

Menggugat Kebijakan PTN BH: Mewujudkan Pendidikan Tinggi Terjangkau bagi Semua?

Kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang ramai dibicarakan terutama terjadi di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang berstatus Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN BH)
Mulyawan Safwandy Nugraha / Pengamat dan Praktisi Pendidikan Tinggi | Foto : Sukabumiupdate
Inspirasi24 Mei 2024, 15:00 WIB

Lowongan Kerja Sebagai Helper Minimal Lulusan SLTA/SMU/SMA di Minimarket Sukabumi

Apabila kamu tertarik dengan lowongan kerja ini, segera daftarkan diri sekarang juga!
Ilustrasi. Lowongan Kerja Sebagai Helper Minimal Lulusan SLTA/SMU/SMA di Minimarket Sukabumi. (Sumber : Freepik)
Sukabumi24 Mei 2024, 14:41 WIB

Tak Mampu Bayar Kontrakan, Kakek Nenek dan Cucu di Sukabumi Huni Bekas Kandang Sapi

Suryana menyebut masyarakat kasihan dengan kondisi Emad dan keluarganya.
Ida (65 tahun) di depan rumah bekas kandang sapi yang dihuninya di Kampung Cimaja RT 14/04 Desa Pasiripis, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi. | Foto: Istimewa
Sukabumi24 Mei 2024, 14:40 WIB

Darurat Sampah di Jalur Geopark Ciletuh Sukabumi, Ini Kata DLH

Jalan Raya Bagbagan yang menjadi akses utama menuju Geopark Ciletuh tercemari oleh tumpukan sampah berceceran di pinggir jalan, tepatnya di bahu jalan dekat Jembatan Bagbagan.
Kondisi tumpukan sampah di bahu jalan dekat Jembatan Bagbagan, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi | Foto : Ilyas Supendi
Life24 Mei 2024, 14:30 WIB

Penampilan Menarik, Ini 9 Gaya Hidup yang Membuat Orang Iri dengan Kita

Orang yang melihat bagaimana kita mengelola berbagai aspek kehidupan dengan baik cenderung merasa terinspirasi dan mungkin merasa iri dengan pencapaian dan keseimbangan yang kita miliki.
Ilustrasi. Cantik dan Menutup Aurat, Standar Fashion Kekinian yang Cocok untuk Hijabers (Sumber : Pexels.com/BaTik)
Sukabumi24 Mei 2024, 14:05 WIB

Pemda Tinggal Bayar, PTPN Soal Lahan Huntap Korban Bencana Alam di Nyalindung Sukabumi

Penyintas pergerakan tanah di Dusun Ciherang belum mendapat kepastian.
Huntap yang sudah terbangun di Desa Cijangkar, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi. | Foto : Istimewa
Sehat24 Mei 2024, 14:00 WIB

Demam dan Sakit Punggung Bawah? Hati-hati 5 Gejala Tak Biasa Asam Urat

Gejala tak biasa asam urat ini harus diwaspadai oleh para penderitanya.
Ilustrasi - Gejala tak biasa asam urat ini harus diwaspadai oleh para penderitanya. (Sumber : Freepik.com).
Sehat24 Mei 2024, 13:30 WIB

Ingin Bebas Diabetes? Konsumsi 8 Minuman Sehat Ini Tiap Pagi Hari!

Bagi seseorang yang ingin bebas diabetes tidak hanya dengan mengubah pola makan dan gaya hidup. Ada beberapa minuman sehat yang dapat membantu untuk mengelola darah dan bisa diminum saat pagi hari
Mengonsumsi minuman sehat tiap pagi hari, bisa membuat gula darah terkendali dan bebas diabetes. (Sumber : Freepik.com)
Sehat24 Mei 2024, 13:00 WIB

5 Cara Mengatasi Serangan Asam Urat yang Menyakitkan, Begini Langkahnya

Asam urat dapat diatasi dengan langkah-langkah yang benar.
Ilustrasi - Asam urat dapat diatasi dengan langkah-langkah yang benar. (Sumber : Freepik.com)
Sehat24 Mei 2024, 12:30 WIB

Alami Diabetes? Konsumsi 7 Bahan Alami Ini Untuk Kendalikan Gula Darah

Ada beberapa bahan alami yang membantu untuk mengendalikan gula darah bagi seseorang yang mengalami diabestes. Bila dikonsumsi secara rutin bahan-bahan alami dapat mengobati diabetes secara perlahan-lahan
Ilustrasi - Air Biji Ketumbar yang menjadi salah satu bahan alami untuk mengendalikan gula darah (Sumber : Freepik.com)