SUKABUMIUPDATE.com - Sejumlah petugas dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung melakukan peninjauan ke lokasi lubang raksasa di kawasan pertanian dan perkebunan Kampung Legoknyenang, RT 05/02, Desa Sukamaju, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Senin (29/4/2019).
BACA JUGA: Warga Terancam Terisolir Akibat Lubang Berukuran Besar di Kadudampit Sukabumi
Salah satu petugas BMKG, Pepen Supendi, menuturkan, berdasarkan hasil observasi, lubang yang terbentuk kali ini merupakan lubang ketiga setelah sebelumnya longsor hingga membentuk lubang yang sama dua kali sebelumnya.

"Secara kasat mata dan hasil observasi kita, di bawah tanah ini ada saluran air yang berasal dari sungai kecil di sebelah utara area (sawah dan perkebunan, red) ini. Air tersebut mengalir ke arah selatan sehingga jika dipetakan, kejadian awal lubang muncul untuk pertama kalinya terjadi dari hulu saluran air menuju ke hilir," tuturnya kepada sukabumiupdate.com, Senin (29/4/2019).
BACA JUGA: Ini Penyebab Terbentuknya Sungai Bawah Tanah di Lubang Raksasa Kadudampit Sukabumi
Selain itu, akses jalan yang menjadi jalur utama ke area pesawahan tersebut juga posisinya berada di atas saluran air bawah tanah, yang ditopang oleh sebuah tebing, dan di bawahnya terdapat jalur keluar terowongan saluran air tersebut. "Kemungkinan memiliki potensi terjadi lagi longsor jika melihat alur daripada saluran air tersebut," terangnya.
BACA JUGA: Lubang Misterius Muncul Lagi di Kadudampit Sukabumi, Simak Penjelasan PVMBG
Namun, Pepen hingga kini belum dapat memberikan penjelasan detail mengenai penyebab terjadinya longsor yang membentuk lubang tersebut.
"Kita di sini bawa seismograf portabel (alat pengukur aktivitas getaran tanah yang bisa dibawa kemama saja, red), kita teliti tanah di sini, apakah masuk tanah kategori lunak, sedang atau keras. Data yang kita dapat di sini akan kita teliti lebih lanjut ke Bandung dan nanti akan ketahuan hasil dan penyebab terjadinya longsor dan jugs munculnya lubang ini," tandasnya.
