SUKABUMIUPDATE.com - Cuaca ekstrem yang melanda Kota Sukabumi memicu serangkaian kejadian pohon tumbang dan longsor di sejumlah wilayah, Kamis pagi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi mencatat sedikitnya tiga peristiwa terjadi hampir bersamaan di wilayah Warudoyong, Lembursitu, dan Gunungpuyuh.
Peristiwa pertama terjadi di Cipanengah Hilir RT 05 RW 04, Kelurahan Situmekar, Kecamatan Lembursitu, sekitar pukul 09.00 WIB. Sebuah pohon petai milik warga atas nama Ibu Emin Aminah, dengan diameter sekitar 20 sentimeter dan tinggi enam meter, tumbang dan menimpa rumah milik Bapak Maki. Akibat kejadian itu, satu kepala keluarga dengan empat jiwa terdampak, dengan kerusakan pada dinding belakang rumah seluas 3x3 meter serta atap rumah seluas 3x2 meter.
Tak berselang lama, kejadian serupa terjadi sekitar pukul 10.00 WIB di Jalan Sawahbera, tepatnya kawasan Villa Cantik, Kelurahan Dayeuhluhur, Kecamatan Warudoyong. Dua pohon berukuran besar tumbang, masing-masing jenis pinus dengan diameter sekitar 35 sentimeter dan tinggi 11 meter, serta pohon ki acret berdiameter kurang lebih 60 sentimeter dengan tinggi mencapai 25 meter. Pohon-pohon tersebut mengganggu akses jalan dan membahayakan pengguna jalan di sekitar lokasi.
Baca Juga: Disperkim Percepat Pemulihan Pascabencana, 482 Usulan Rumah Khusus Diajukan ke Kementerian PKP
Selain pohon tumbang, BPBD juga menangani kejadian longsor disertai pohon tumbang di RW 09, Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Gunungpuyuh. Material longsor dan pohon menutup akses jalan warga sehingga sempat menghambat mobilitas masyarakat setempat.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Yoseph Sabaruddin, menjelaskan bahwa seluruh kejadian tersebut dipicu oleh kondisi cuaca yang tidak stabil dengan intensitas hujan dan angin kencang. Ia menyebutkan bahwa tim BPBD langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat bersama unsur terkait.
“Kami langsung melakukan evakuasi pohon tumbang dan pembersihan material longsor agar akses warga kembali normal dan tidak menimbulkan risiko lanjutan,” ujarnya kepada sukabumiupdate.com, Sabtu (24/1/2026).
Yoseph mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama yang bermukim di wilayah rawan longsor dan kawasan dengan pepohonan besar. Ia meminta warga segera melaporkan ke pihak terkait jika melihat potensi bahaya di lingkungan sekitar, guna mencegah terjadinya korban jiwa maupun kerugian yang lebih besar.





