Bengkuang 'Raksasa' Bikin Geger Warga di Cibadak Sukabumi

[object Object]
Selasa 28 Agu 2018, 06:31 WIB
Bengkuang 'Raksasa' Bikin Geger Warga di Cibadak Sukabumi

SUKABUMIUPDATE.com - Bengkuang 'raksasa'  menggegerkan warga Kampung Sukamaju, Desa Warnajati, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi.

Buah seberat 16 kilogram, lebar 43 sentimeter, dan tinggi 26 sentimeter ini pertamakali ditemukan Tata Juhata (70 tahun) pemilik rumah bersama istrinya saat membersihkan halaman.

"Saat membersihkan halaman rumah terlihat seperti batu. Pas digali ternyata umbi bengkuang," ujar Tata juhata ditemui sukabumiupdate.com di rumahnya, Selasa (28/8/2018).

Juhata menanam umbi bengkuang sekitar 11 bulan lalu. Saat itu istrinya berjualan petis dan karedok. Namum ada umbi bengkuang tumbuh di etalase warung petisnya, sehingga ia berinisiatif menanamnya di halaman depan rumahnya.

"Sengaja ditanam, namun cara pemeliharaannya tidak ada yang istimewa. Hanya disiram air, bahkan tidak menggunakan pupuk. Waktu tanamnya pun terbilang normal hanya 11 bulan," jelasnya.

Kepala Desa Warnajati, Hilmi Nurhikmat langsung memanggil Badan Penyuluhan Pertanian Perikanan Kecamatan (BP3K) Cibadak, untuk melakukan penelitian terhadap umbi bengkuang dan kandungan tanah atau kesuburan tanah.

"Mungkin saja ada unsur sifat-sifat genetik tertentu, ada perlakuan lain dari alam seperti yang terjadi pada kasus buah pisang yang bercabang dan kali ini terjadi pada umbi bengkuang. Makanya kita minta bantuan kepada ahlinya," ungkap Hilmi.

Kepala BP3K Cibadak, Elis Sukmiati, menuturkan bisa saja umbi bengkuang tumbuh besar karena faktor tanah. Hal tersebut biasa saja. Kasus sebelumnya terjadi di Kampung Panenjoan, Desa Tenjojaya, namun besarnya tidak yang seperti sekarang.

BACA JUGA: Kecelakaan Maut di Lembursitu Sukabumi, Satu Orang Tewas

"Satu tahun lalu pernah terjadi, dan itu yang punyanya penyuluh BP3K. Namun beratnya hanya 8 kilogram, jadi ini hal yang wajar," ungkapnya.

Terkait kejadian ini, BP3K akan  meminta bantuan dinas pertanian untuk melakukan uji laboratorium terkait tanah yang menjadi media tanam umbi bengkuang dan biji bengkuangnya.

"Biasanya kalau untuk benih bengkuang, memang menanamnya dari umbi dan kemungkinan bisa sebesar itu (16 kg) dan nantinya akan tumbuh biji di pohonya, seperti buah asem jawa atau melinjo," jelasnya.

Berita Terkini