Lagi, si Melon Meledak Dua korban Terbaring di RSUD Sekarwangi Cibadak Kabupaten Sukabumi

[object Object]
Selasa 07 Nov 2017, 04:57 WIB
Lagi, si Melon Meledak Dua korban Terbaring di RSUD Sekarwangi Cibadak Kabupaten Sukabumi

SUKABUMIUPDATE.com – Naas, diduga klep tabung gas berukuran tiga Kilogram (Kg) bocor dan meledak, dua orang warga terkapar dan dirawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Derah (RSUD) Sekarwangi, Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (7/11/2017).

Informasi dihimpun, kedua korban masing-masing bernama Mayanti Dewi (41 tahun), RT 10/03, Desa Cijalingan, Kecamatan Cicantayan, mengalami luka bakar di bagian muka, tangan, dan kedua kakinya.

BACA JUGA: Jenazah Korban Ledakan Si Melon Dikebumikan di Kebonrandu Kabupaten Sukabumi

Sementara Ginanjar Ependi (50 tahun), RT 04/02, Desa Talaga, Kecamatan Caringin, hampir seluruh anggota tubuhnya mengalami luka bakar.

“Awalnya saya dari atas mau ke bawah, ikut buang air kecil, biasanya suka ke selokan. Pas di situ ada teman, katanya di sini saja. Saya pun masuk, saat di dalam WC tiba-tiba ada ledakan tidak tahu dari mana arahnya,” ujar Ginanjar, kepada sukabumiupdate.com saat ditemui di RSUD Sekarwangi, pagi tadi.

Saking kencangnya ledakan tersebut, kata Ginanjar, pintu dan atap WC pun berantakan, sampai kacanya berhamburan. “Kami pun panik menyelamatkan diri, sambil mematikan api dengan peralatan seadanya,” ucapnya sambil merintih menahan sakit.

Sementara Mayanti, mengaku sebelum kejadian habis masak dan setelah beres semuanya kompor pun dimatikan, semua pintu ditutup, sehingga heran bisa terjadi ledakan.

“Waktu kejadian itu, sedang menonton TV di rumah, seorang lagi lari, dan teman ayah satunya sedang di dalam WC. Tiba-tiba ada ledakan, kami rumah kami sampai rusak. Pintu, jendela, kamar, retak-retak, bahkan genteng di atap pun sampai beterbangan,” lirihnya kesakitan.

BACA JUGA: Si Melon Bocor, Tubuh Warga Cibadak Kabupaten Sukabumi Terbakar

Purwatiningsih (33 tahun), anak korban (Mayanti Dewi-red) mencemaskan kejadian yang menimpa ibunya tersebut, dan berharap ada perhatian khusus dari pemerintah, mengenai tabung gas tiga Kg ini, sehingga kedepannya tidak terulang kejadian serupa.

Mengingat, kata dirinya, sudah banyak korban berjatuhan akibat meledaknya gas mirip Melon ini.

“Biar kedepannya lebih bagus ya, karena tabung gas itu banyak yang komplain dari klepnya. Saya mohon perhatian sama yang membuat tabung gas, jangan sampai banyak korban-korban lain. Ini cukup buat pelajaran,” harapnya, dalam kesempatan sama.

Berita Terkini