Penyelamat Mangrove Tersisa di Mandrajaya Kabupaten Sukabumi

[object Object]
Selasa 10 Okt 2017, 03:08 WIB
Penyelamat Mangrove Tersisa di Mandrajaya Kabupaten Sukabumi

SUKABUMIUPDATE.com - Hutan Mangrove atau yang lebih dikenal dengan hutan Bakau, semakin hari semakin sedikit saja yang tersisa, pembukaan lahan untuk pemukiman, pemanfaatan secara berlebihan tanpa upaya menanam kembali menjadi faktor semakin berkurangnya hutan Manggrove di Kabupaten Sukabumi, padahal bakau memiliki fungsi penting untuk keseimbangan ekosistem pesisir pantai.

Sebagai saringan alami untuk segala jenis sampah sebelum masuk ke pantai, sebagai penjaga garis pantai, tempat berkembang biak ikan dan kepiting serta masih banyak fungsi lainnya yang tak kalah penting, meski belum banyak masyarakat pesisir yang sadar akan pentingnya hutan Mangrove untuk keberlanjutan hidup mereka, beruntung di Kampung Cikadal, Desa Mandrajaya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi masih ada kelompok masyarakat yang menyadari pentingnya kelestarian hutan Mangrove untuk kelangsungan hidup mereka.

BACA JUGA: Duh, Warga Anggap Kebakaran Hutan di Sekitar Geopark Ciemas Kabupaten Sukabumi Sudah Biasa terjadi

Kelompok Masyarakat Konservasi (Pokmasi) Mandrajaya Nusantara, merupakan salah satu kelompok masyarakat yang berupaya untuk menjaga hutan Bakau tersisa, terutama hutan Bakau yang berada di kawasan pesisir pantai di Kecamatan Ciemas. Pokmasi ini sejak tahun 2011 lalu telah mulai mengkonservasi hutan bakau yang berada di sejumlah titik, terutama yang berada di Desa Mandrajaya dan Desa Ciwaru, sedikitnya sebuah kawasan hutan bakau seluas lebih kurang sembilan hektar telah berhasil mereka selamatkan.

"Tahun 2011 kondisinya tidak seperti ini, hampir 60 persen rusak akibat ditebang masyarakat untuk dijadikan bahan pewarna jaring dan jangkar," tutur Opik Taopik, Ketua Pokmasi Mandrajaya Nusantara mengawali ceritanya kepada sukabumiupdate.com, selasa (10/10).

BACA JUGA: Hutan di Sekitar Geopark Ciemas Kabupaten Sukabumi Terbakar, Muspika Akan Panggil Pihak Desa dan Warga

Lebih lanjut Opik menjelaskan jika hutan Bakau yang dikonservasi sebetulnya lebih luas, sembilan hektar ini menurut Opik hanya yang ia konservasi di Kampung Cikadal, Desa Mandrajaya," kalau ditotal ada belaasan hektar yang tersebar, namun yang paling terjaga hanya di Kampung Cikadal ini."

Mengkonservasi hutan Bakau bagi Opik dan kelompoknya adalah sebuah pengabdian, Opik sadar hutan bakau memiliki fungsi penting dalam kehidupan masyarakat serta keseimbangan alam pesisir, namun meski dengan tujuan mulia seperti ini tidak sedikit hambatan yang ia temui dalam menjalankan kegiatannya.

"Disejumlah tempat kami menghadapi kesulitan yang datang justru dari masyarakat itu sendiri, tapi saya pikir itu hanya karena masyarakatnya saja yang belum sepenuhnya sadar akan pentingnya hutan bakau," Ujar Opik.

BACA JUGA: Lagi, Kebakaran Hutan Terjadi di Sekitar Geopark Ciemas Kabupaten Sukabumi

Opik menambahkan, apa yang ia lakukan bersama kelompoknya saat ini masih jauh dari berhasil, Opik memiliki target ingin mengembalikan hutan bakau yang berada di tempat lainnya, "Pantai Palangpang, Muara Ciwaru dan Sungai Ciwaru dulunya merupakan hutan Bakau yang sangat lebat, namun saat ini kondisinya bisa kita lihat sendiri, selain itu akibat hilangnya hutan Bakau kondisi daerah tersebut menjadi gersang dan panas.

"Saya bersama Pokmasi Mandrajaya Nusantara memiliki keinginan untuk bisa mengembalikan kawasan tersebut menjadi hutan bakau, entah kapan tapi saya akan terus berusaha." jelas Opik.

Berita Terkini