Janda Beranak Lima Dipatok Ular, Dilarikan ke RSUD Sekarwangi, Cibadak Kabupaten Sukabumi

[object Object]
Senin 09 Okt 2017, 12:37 WIB
Janda Beranak Lima Dipatok Ular, Dilarikan ke RSUD Sekarwangi, Cibadak Kabupaten Sukabumi

SUKABUMIUPDATE.com - Ida (56 tahun), warga Kampung Pasirangin RT 3/5, Desa Hegarmanah, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, terpaksa harus dilarikan ke RSUD Sekarwangi, Cibadak, Senin (9/10/2017) sore.

Informasi dihimpun, ibu lima anak yang kini terbaring di Instalasi Gawat Darurat (IGD) tersebut dipatok ular ketika sedang membersihkan kebun oang lain, siang tadi.

Tergeletak lemah dengan tangan diinfus, wanita paruh baya yang kini berstatus janda pun dalam penanganan tim medis didampingi Ketua RT.

BACA JUGA: Ular Pemangsa Ternak Sepanjang Empat Meter Ditangkap Warga Cipanggulaan Parungkuda

“Sejak ditinggal suami yang meninggal dunia beberapa tahun lalu, sekarang terpaksa mengurus dan membesarkan anak-anak yang sebagian masih sekolah (SD),” ujar Ida, kepada sukabumiupdate.com sore tadi.

Ia pun mengaku, peristiwa yang menimpanya siang tadi, ketika tengah asyik bekerja membersihkan kebun orang lain.

“Tidak tahu darimana-mananya (datangnya), tahu-tahu sudah ada ular dan menggigit tangan kiri, ularnya juga lepas lagi tidak tahu pergi ke mana?,” aku Ida.

Sementara Ketua RT 03, Yusup mengungkapkan saat mengetahui Ida dipatuk ular, langsung dibawanya ke rumah sakit untuk segera ditangani.

BACA JUGA: Ular Sanca Kembang Hebohkan Warga Gunungpuyuh Kota Sukabumi

“Kami langsung bawa ke rumah sakit. Alhamdulillah, masih bisa ditangani. Kasihan dia (Ida-red) ini seorang janda tua, punya lima orang anak, rumahnyapun tidak layak huni,” ungkapnya saat mendampingi Ida di ruang IGD RSUD Sekarwangi, Cibadak.

Dokter jaga RSUD Sekarwangi, Raden Givan Suganda mengatakan, pasien (Ida) yang mengalami luka akibat gigitan ular pada lengan kirinya, mengalami pembengkakan dan ada tanda-tanda hambatan pembuluh darah.

“Tapi tanda-tanda vitalnya stabil, dan pasien sadar penuh. Sudah diberikan SABU (Serum anti bisa ular) juga, dan antibiotik oleh kami. Sekarang masih dalam observasi di IGD untuk pengawasan lebih lanjut,” terangnya.

Berita Terkini