Colt Terjun ke Jurang di Cibadak Kabupaten Sukabumi, Begini Kronologisnya

[object Object]
Selasa 03 Okt 2017, 11:18 WIB
Colt Terjun ke Jurang di Cibadak Kabupaten Sukabumi, Begini Kronologisnya

SUKABUMIUPDATE.com - Sebanyak orang penumpang di dalam Colt L 300 dengan nomor polisi (Nopol) D 8857 YC bermuatan kayu yang terjun ke jurang sedalam 10 meter di di Kampung Paragajen, Desa Nagrak utara, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, tiga orang di antaranya berhasil menyelamatkan diri.

Informasi dihimpun, nahas, tiga orang penumpang lainnya lagi terpaksa harus dilarikan ke Rumah Sakit Badan layanan Umum Daerah (BLUD) Sekarwangi Cibadak, guna mendapatkan perawatan intensif.

BACA JUGA: Colt Terjun ke Jurang, Tiga Orang Dilarikan ke IGD RS Sekarwangi Cibadak Kabupaten Sukabumi

“Pas pudunan (Turunan-red) itu kan lagi ngangkut kayu, lolos rem. Jadi masuk ke jurang,” terang Emista (40 tahun), kernet Colt kepada sukabumiupdate.com saat ditemui di ruang IGD RS BLUD Sekarwangi Cibadak, Selasa (3/10/2017).

Ia pun mengungkapkan, saat peristiwa itu terjadi semuanya ada enam orang di dalam mobil termasuk sopir dan dirinya (kernet).

“Tadinya mau ke arah kebun, menuju lokasi gesekan kayu. Jadi di depan dua orang. Di belakang, di atas empat orang. Pas kejadian itu, sebetulnya kami (Sopir, dan para penumpang) berusaha menyelamatkan diri, tapi ada sebagian lagi yang tidak sempat,” ungkap Emista sambil meringis menahan sakit.

BACA JUGA: Colt Bermuatan Kayu Terjun ke Jurang di Nagrak Kabupaten Sukabumi

Sementara Yayan, saksi mata menduga kendaraan tersebut mengalami rem blong. “Dari atas. Pas kejadian saya kebetulan ada di rumah. Mobil bermuatan kayu jengjeng tersebut dari arah madu tawon, tujuannya ke bawah sini. Di sini di pok (ngepak), nanti diangkut lagi ke truk,” bebernya dalam kesempatan berbeda.

Yayan mengungkapkan, saat peritiwa itu terjadi, di dalam mobil ada tiga orang, dan tiga orang lainnya lagi loncat.

“Pas kejadian, di dalam mobil ada tiga orang, yang loncat tiga orang. Kan itu ada yang di atas mobilnya, jadi jumlahnya semua enam orang,” pungkas Yayan, warga sekitar.

Berita Terkini