5 Catatan Menarik Persib Bandung Usai Juara Super League

Sukabumiupdate.com
Minggu 24 Mei 2026, 20:20 WIB
5 Catatan Menarik Persib Bandung Usai Juara Super League

Selebrasi Persib Bandung setelah berhasil menjuarai Super League. (Sumber: Instagram/@persib)

SUKABUMIUPDATE.com - Persib Bandung ditahan imbang Persijap Jepara dengan skor 0-0 di laga pamungkas Super League 2025/2026 pada Sabtu, 23 Mei 2026, pukul 16.00 WIB, di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung. Dengan hasil tersebut Persib Bandung memastikan diri meraih gelar juara Super League untuk yang ketiga kalinya secara beruntun.

Persib menempati posisi pertama dengan 79 pin dari 34 laga, unggul rekor pertemuan dengan Borneo FC yang menempati posisi kedua dengan poin yang sama. Dibalik euforia Bobotoh dan pemain yang berpesta untuk merayakan juara, ada 5 fakta menarik dan catatan prestisius yang menentukan langkah Persib di musim ini. 

1. Dominasi sepak bola Indonesia 

Setelah dinobatkan menjadi juara di musim ini, Persib Bandung menjadi tim pertama di era Liga 1 yang mampu mencatatkan juara tiga kali secara beruntun pada musim (2023/2024, 2024/2025, 2025/2026). 

Di sisi lain musim 2024, Bojan Hodak berhasil memutus penantian 10 tahun Persib untuk menjadi juara setelah terakhir kali pada musim 2013/2014 lalu. Sementara itu, tambahan gelar juara di musim ini akan menambah bintang di logo Persib menjadi lima, yang menandakan bahwa Maung Bandung telah meraih gelar sebanyak lima kali sejak era Galatama dan Perserikatan menjadi Liga Indonesia. 

Baca Juga: Sungai Ciranca Meluap, Banjir Rendam Puskesmas Palabuhanratu dan Permukiman Warga Cangehgar

2. 10 Gelar dalam Sejarah

Selain mencatatkan hattrick juara, Persib Bandung mencatatkan 10 gelar jika menghitung seluruh kompetisi dari era amatir hingga profesional. Catatan 10 gelar tersebut didapatkan dalam kurun waktu yang sangat panjang. Seluruh gelar tersebut didapatkan saat era Perserikatan tepatnya 1937, 1961, 1986, 1989/1990, dan edisi pamungkas 1993/1994, dilanjut pada dua trofi profesional edisi Liga Indonesia 1994/1995 serta Indonesia Super League (ISL) 2014.

Setelah berhasil meraih gelar tersebut, Persib Bandung semakin digdaya dengan mencatatkan raihan tiga gelar juara Liga 1 pada musim 2023/2024, 2024/2025 dan 2025/2026. 

3. Sentuhan Magis Bojan Hodak

Bojan Hodak kembali mempertahankan catatan taktik impresifnya dengan tidak pernah kalah dua kali dari lawan yang sama dalam satu musim kompetisi. Pada pertemuan putaran pertama di Jepara, Persib Bandung sempat tumbang 1-2 setelah kesulitan menghadapi skema serangan balik cepat yang diterapkan Persijap Jepara.

Meski hanya bermain imbang pada pertemuan berikutnya, Persib tetap mampu menguasai jalannya pertandingan dan memastikan gelar juara. Hasil tersebut sekaligus menjaga rekor Hodak yang selalu berhasil melakukan evaluasi dan membalas kekalahan dari lawan pada putaran kedua.

Baca Juga: Persib Hattrick Juara, Bobotoh Pajampangan Potong Tumpeng Bareng Legenda Maung Bandung

Atas keberhasilannya musim ini, pelatih asal Kroasia tersebut juga dinobatkan sebagai pelatih terbaik musim 2025/2026 dan menerima penghargaan senilai Rp200 juta.

4. Gelora Bandung Lautan Api Stadion Angker bagi Lawan

Gelora Bandung Lautan Api Stadium kini resmi menjadi salah satu stadion paling angker bagi tim tamu dengan persentase kemenangan kandang tertinggi di kompetisi musim ini.

Sepanjang musim 2025/2026, Persib Bandung berhasil meraih 15 kemenangan dari total 17 pertandingan kandang. Itu berarti Maung Bandung hanya gagal menang dalam dua laga di markas sendiri. Sementara saat bermain tandang, tim asuhan Bojan Hodak mencatatkan sembilan kemenangan.

Dukungan luar biasa dari puluhan ribu Bobotoh terbukti menjadi senjata utama Persib. Atmosfer stadion mampu memberikan tekanan mental besar kepada lawan bahkan sejak keluar dari lorong pemain, sekaligus menghapus anggapan bahwa laga kandang penentu gelar selalu membawa beban psikologis bagi tim pemburu juara.

Baca Juga: Polisi Buru Pelaku Perusakan Rumah dan Pembacokan Warga di Kebonpedes Sukabumi

5. Teja “Cleen Sheet” Paku Alam

Meski tidak masuk nominasi penjaga gawang terbaik musim ini, performa Teja Paku Alam di bawah mistar tetap menunjukkan kualitas yang sulit diperdebatkan. Keberhasilannya menjaga gawang tidak kebobolan pada laga pamungkas semakin menegaskan konsistensi impresif yang ia tampilkan sepanjang musim.

Didukung lini pertahanan solid yang dipimpin Federico Barba, Teja berhasil membukukan total 18 clean sheet sepanjang musim. Catatan tersebut menjadi rekor tertinggi yang pernah dicapai seorang kiper dari klub juara di era modern.

Sumber: dari berbagai sumber

Berita Terkait
Berita Terkini