Sandiaga Tukar Aset Dolar ke Rupiah: Patriotisme Sedang Diuji

Sandiaga Tukar Aset Dolar ke Rupiah: Patriotisme Sedang Diuji

SUKABUMIUPDATE.com - Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno mengatakan akan menukar 35 persen asetnya dalam bentuk dolar ke rupiah. Dia juga mengajak pengusaha mengkonversi aset dolarnya ke rupiah.

Menurut Sandiaga, menukar dolar yang dimiliki sama juga membela negara. "Patriotisme kita diuji dan banyak spekulan. Jangan mau terkecoh oleh aksi spekulan," tutur dia.

Pagi ini kurs dolar terhadap rupiah pada perdagangan pagi ini dibuka di level 14.948 per dolar AS. "Hari ini saya akan mengkonversi dolar saya, mudah-mudahan membantu," ucap dia.

Dampak dari menguatnya kurs dolar terhadap rupiah, menurut Sandiaga akan berdampak pada harga bahan pokok. Di sisi lain, dampaknya ke pengusaha adalah harga bahan baku dan ongkos produksi akan naik. Akibatnya, pengusaha bakal mengurangi pegawai jika pengusaha tidak dapat menahan gejolak rupiah.

Berdasarkan data laporan harta kekayaan penyelenggara negara atau LHKPN, Sandiaga Uno memiliki harga surat berharga dalam bentuk dolar sebesar US$ 1,3 juta, giro dan setara kas sebesar US$ 30,2 juta. Harga dalam bentuk rupiah adalah surat berharga sebesar Rp 3,7 triliun dan giro serta setara kas lainnya sebesar Rp 12,9 miliar.

Total harta kekayaan Sandiaga Uno mencapai Rp 5.099.960.524.965. Untuk harta tanah dan bangunan, Sandiaga Uno tercatat memiliki total kekayaan senilai Rp 191.644.398.989. Sementara itu, untuk alat transportasi dan mesin, Sandiaga memiliki kekayaan senilai Rp 325.000.000.

Sumber: Tempo

Topik Terkait
Berita Terkini
Ilustrasi - Tulisan ini mengajak kita merenungkan ironi tentang sensitivitas terhadap yang masuk ke perut, tetapi sering abai terhadap yang masuk ke rekening. (Sumber : AI/Gemini).

Lebih Takut Daging Babi daripada Uang Korupsi?

Seorang office boy panik usai tak sengaja memakan daging babi. kisah itu, muncul refleksi tajam tentang korupsi, uang haram, dan mengapa manusia sering lebih takut pada makanan terlarang daripada harta yang diperoleh tidak halal.

07 Nov 2026, 17:18 WIB