Kotak Hitam Helikopter Basarnas Dibawa Ke Prancis

Sukabumiupdate.com
Rabu 05 Jul 2017, 08:23 WIB
Kotak Hitam Helikopter Basarnas Dibawa Ke Prancis

SUKABUMIUPDATE.com - Kepala Badan SAR Nasional Marsekal Muda Muhammad Syaugi mengatakan kotak hitam helikopter Basarnas yang jatuh di Temanggung dibawa ke Prancis. Hal ini untuk memeriksa isi kotak hitam terkait dengan mencari penyebab jatuhnya helikopter tersebut.

"Dibawa ke Prancis kurang lebih membutuhkan waktu 1-2 minggu," kata Muhammad Syaugi saat ditemui di ruang rapat Komisi V DPR, Jakarta, Rabu, (5/7), terkait helikopter Basarnas yang jatuh saat akan memantau musibah di Kawah Sileri, Dieng.

Syaugi menuturkan yang memiliki kemampuan membaca isi dari black box adalah pabrik dari pesawat tersebut. Pihaknya, kata Syaugi, hanya mengunduh semacam kode yang akan dibaca di pabrik asal pesawat tersebut.

Menurut Syaugi yang membawa kode-kode itu adalah perwakilan pabrikan helikopter tersebut yang ada di Indonesia. "Dia yang akan membawa ke Prancis," ujarnya.

Sementara investigasi di lapangan masih terus dilakukan dan melibatkan berbagai unsur seperti TNI Angkatan Laut, KNKT, dan Basarnas. Hingga kini penyebab kecelakaan belum diketahui secara pasti. "Pesawat siap, pilot siap, cuaca baik menurut BMKG," kata Syaugi.

Meski begitu, Syaugi mengungkapkan dari keterangan masyarakat, diketahui pada waktu kejadian di lokasi diguyur hujan dan berkabut. "Kami belum tahu apa yang terjadi dalam pesawat tersebut," tutur Syaugi.

Helikopter jenis Dauphin milik Basarnas jatuh di kawasan Gunung Butak, Desa Canggal, Kecamatan Candiroto, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Helikopter tersebut rencananya bertolak ke Banjarnegara untuk membantu proses evakuasi letusan Kawah Sileri di kawasan Dieng.

Kedelapan penumpang helikopter Basarnas yang menjadi korban tersebut berasal dari unsur TNI dan anggota Basarnas. Kedelapan jenazah korban selesai dievakuasi dari lokasi kejadian sekitar pukul 03.00 dan secara bertahap dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Temanggung, kemudian ke Rumah Sakit Bhayangkara, Semarang, sebelum akhirnya diserahkan kepada keluarga.

Sumber: Tempo

Berita Terkini