Gaya Ceramah KH Hasyim Muzadi, Mahfud MD: Kocak tapi Penuh Makna

Sukabumiupdate.com
Kamis 16 Mar 2017, 04:42 WIB
Gaya Ceramah KH Hasyim Muzadi, Mahfud MD: Kocak tapi Penuh Makna

SUKABUMIUPDATE.com - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud M.D. mengenang anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Kyai Haji Hasyim Muzadi sebagai sosok yang gemar bercanda dalam ceramahnya. Lewat akun Twitter resminya, @mohmahfudmd, Mahfud pun menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Hasyim, pagi tadi.

“KH Hasyim Muzadi kalau berceramah kocak tapi tak sembarang melucu. Melucunya penuh makna substantif. Agama dihayatinya dengan damai dan toleran,” begitu bunyi kicauan Mahfud, Kamis, 16 Maret 2017.

Menurut dia, Hasyim adalah tokoh yang mampu mencontohkan cara hidup yang damai dan berprinsip, khususnya dalam kehidupan kebangsaan dan keislaman.

Guru besar Fakultas Hukum Universitas Islam Indoneisa Yogyakarta ini pun sempat menyampaikan kembali sejumlah kelakar Hasyim saat berceramah. Candaan itu dinilainya tak menyakitkan, dan justru penuh arti.

"Anak-anak Ansor sekarang hebat-hebat. Punya dua HP tapi tak bisa beli pulsa. Bolak-balik hanya missed call agar ditelepon balik,” ujar Mahfud menirukan ucapan Hasyim.

Ada pula isi ceramah mengenai rutinitas anggota Nahdlatul Ulama yang belajar agama ke Arab Saudi. "Senang, banyak anak-anak NU yang sekarang belajar ke Saudi. Sayangnya kalau pulang tak jadi ulama tapi berbisnis travel Umrah.”

Hasyim tutup usia pada pukul 06.15 WIB, Kamis pagi. Dia sempat dirawat di Rumah Sakit Lavalette, Malang, sebelum akhirnya pindah ke kediamannya sendiri. Jenazah Hasyim rencananya diberangkatkan dari Malang, dan akan dimakamkan di pesantren Al-Hikam Depok.

Hasyim adalah mantan Ketua Umum Pengurus Besar NU (PBNU). Pria kelahiran 8 Agustus 1944 itu sempat pernah pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam, Malang. Dia menuntaskan pendidikannya do Institut Agama Islam Negeri Malang, pada 1969.

Hasyim pun sempat mendampingi Megawati Soekarnoputri sebagai calon wakil presiden, pada Pemilihan Umum 2004. Mereka kalah dari pasangan Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla di putaran kedua.

Sumber: Tempo

Berita Terkini